Seidio Innocell 3500mah Extended Life Battery and Snap on Extended Innocase Combo Kit for HTC EVO 4g

i bought this battery and it came in 3 days,,,extended my battery life to about two days,,i tried to drain it as i called seidio and they said to drain it the first time so the phone gets recalibrated to the new battery,,i had slingbox on for 6 hours , with wifi, and full screen brightness,,,i couldnt get it to drain,,,this is a good problem to have,,,,,i ordered another one for my dads evo too,,highly recommended

Seidio Innocase Extended Rugged Holster Combo for HTC EVO 4G

For more details about the product Seidio Innocell 3500 mAh Extended Life Battery for HTC EVO 4G (Black), please visit the only full info.
READ MORE ~>> Seidio Innocell 3500mah Extended Life Battery and Snap on Extended Innocase Combo Kit for HTC EVO 4g

Australians flee flood-hit Queensland

Flooding in north-eastern Australia has forced residents to flee many towns and closed down more than 300 roads.

The floods have caused hundreds of millions of dollars worth of damage to sunflower and cotton crops.

Following days of torrential rain, the state government of Queensland has declared several areas as disaster zones.

The state capital, Brisbane, has recorded its wettest December in more than 150 years.

Inland towns such as Theodore, Chinchilla and Dalby are all under water; the nearby town of Warra, and the towns of Alpha and Jericho west of Emerald, have also been declared disaster zones.

"It's exceeded the 1956 flood level that's been used as a benchmark for many many years," said the Banana Shire's acting mayor Maureen Clancy.
Flooded homes

The 350 residents of Theodore are being flown out by helicopter.

"It's a pretty drastic situation," Banana Shire Councillor Vaughn Becker told ABC Radio.

Brent Finlay, president of the farmers' lobby group AgForce, said the floods could cause up to $403m (£261m) in damage to crops.

"It's just devastating. This was going to be the crop that got a lot of farmers back on their feet after the drought," Mr Finlay said.

Further south, in New South Wales, about 175 people who had spent the night in evacuation centres have returned home but 800 people in the towns of Urbenville and Bonalbo are expected to be cut off for another 24 hours.

Meanwhile, police rescued three teenagers who tried to use airbeds to float 30km (20 miles) on floodwaters.

The rain was brought by Cyclone Tasha, which hit the state on Saturday.
READ MORE ~>> Australians flee flood-hit Queensland

Longo Inyong Ngapak

READ MORE ~>> Longo Inyong Ngapak

Kenaikan harga minyak dunia

Kenaikan harga minyak dunia yang menembus US$91 per barel, membuat harga Pertamax ikut terkerek naik. Untuk meringankan masyarakat, diperlukan bahan bakar minyak premium non subsidi di antara BBM bersubsidi dan Pertamax.

Anggota Komisi VII asal Partai Golkar, Satya W.Yudha mengusulkan sebaiknya ada tiga jenis BBM di pasaran, yaitu premium subsidi, premium non subsidi dan Pertamax.

"Hal ini untuk menjembatani harga minyak yang terus meroket dan membuat harga Pertamax menjadi Rp 8.900 per liter," kata Satya W. Yudha kata dia di Jakarta, Senin, 27 Desember 2010.

Menurut Satya, masyarakat Indonesia tidak terbiasa dengan dengan fluktuasi harga minyak. Untuk itu, Fraksi Golkar mengusulkan pemerintah membuat harga premium dengan tingkat keekonomian dasar.

"Jika dilepas dari Premium ke Pertamax, ini akan meningkatkan inflasi," kata Satya.

Fraksi Partai Golkar mengusulkan premium tanpa subsidi dilepas pada harga Rp 5.900-6.000 per liter. Sehingga kenaikan harga dari Premium ke Pertamax dapat dijembatani oleh Premium non subsidi. Namun pemerintah juga harus mengakui adanya kenaikan BBM, yang selama ini sering disebut dengan pengendalian BBM.

"Harga premium non subsidi paling mahal Rp 6.000 per liter jadi angka kejutnya tidak terlalu besar. tapi kalo ada opsi harga tengah ini pemerintah harus mengakui kalau memang ada kenaikan harga BBM. Demikian catatan oline Sarto tentang Kenaikan harga minyak dunia.
READ MORE ~>> Kenaikan harga minyak dunia

Medan perang

Medan perang draf RUU Keistimewaan DI Yogyakarta sebentar lagi akan berada di DPR. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mendesak Dewan untuk menggunakan telinga batinnya dalam memberikan keputusan soal pengesahan RUU ini menjadi UU.

"DPR ya mudah-mudahan pakai telinga batin, bukan hanya telinga biasa, melainkan pakai telinga batin," ungkapnya di kantor Muhammadiyah, Rabu (15/12/2010).

Menurut Maarif, polemik keistimewaan DI Yogyakarta memang tidak tepat dimunculkan saat ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintah dinilai hanya mencari masalah dan memperkeruh suasana saja. Sementara banyak persoalan bangsa lain yang belum terselesaikan dengan baik.

"Itu sesungguhnya suatu yang sebenarnya tidak perlu dimunculkan sekarang. Itu cuma bisanya bikin gara-gara dan goro-goro. Kan banyak persoalan bangsa yang belum ada solusi, maka itu ada," tambahnya.

Menurut Maarif, suasana kehidupan Yogyakarta yang sebelumnya tenang seakan-akan diusik-usik dengan alasan yang tidak perlu.

Menurutnya, pemerintahan SBY tengah kehilangan perspektif.

"Biarlah secara alami. Kalau suatu saat rakyat Yogyakarta mau pemilihan, silakanlah. Tapi, sekarang, momennya salah. Tidak tepat. Menambah gawat dan keruh situasi yang sudah keruh," tandasnya. Demikian catatan online Sarto tentang Medan perang.
READ MORE ~>> Medan perang

Peresmian Budidaya Perikanan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (5/12/2010) pagi ini, dijadwalkan terbang ke Pulau Dewata, Bali. Direncanakan, selain akan beekumpul bersama keluarganya, Presiden Yudhoyono juga akan menghadiri serangkaian acara seperti Peresmian Budidaya Perikanan di Karang Asem. Lalu membuka seminar Bali Democracy Forum (BDF) di Nusa Dua. Serta beberapa acara lain yang akan digelar mulai Senin (6/12/2010) dan Rabu (8/12/2010) mendatang.

Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta, Jumat (10/12/2010) siang. Sementara, pada Minggu pagi ini, Wakil Presiden Boediono, dijadwalkan menuju Istana Bogor, Jawa Barat, untuk membuka Muktamar ke V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Wapres direncanakan kembali ke Jakarta, Minggu siang. Demikian catatan online sarto tentang Peresmian Budidaya Perikanan.
READ MORE ~>> Peresmian Budidaya Perikanan

RI Anis Matta

Wakil Ketua DPR RI Anis Matta menegaskan, klarifikasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menyisakan ruang terbuka untuk pertanyaan. Klarifikasi ini tidak menjawab sama sekali pertanyaan yang sebenarnya harus dijelaskan ke publik: Apakah pemerintah akan mencantumkan 'penetapan Sri Sultan' sebagai tata cara pengangkatan dan pemilihan Gubernur DI Yogyakarta untuk seterusnya dalam RUU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

"Bahwa beliau setuju dengan Sri Sultan sekarang sebagai pemimpin sekarang dan masa depan Yogyakarta, menurut saya, itu masih merupakan konsep yang terpisah dari masalah ini," katanya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Kamis (2/12/2010).

Menurutnya, pidato klarifikasi SBY yang dibantu dengan iPad Apple ini hanya bersifat normatif. Mungkin dapat meredakan situasi publik yang sebelumnya mulai memanas, tetapi sekali lagi, Anis menegaskan, Presiden tidak menyelesaikan masalah sebenarnya meski SBY menyebutkan dukungan terhadap keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kecuali kalau dalam draf usulan pemerintah, pemerintah mengusulkan bahwa Gubernur Yogyakarta ditunjuk melalui penetapan dan bukan melalui pemilihan. Nah, itu baru kita anggap menyelesaikan masalahnya. Kita lihat saja itu nanti dalam drafnya, drafnya juga kan belum jadi," tegasnya.

Oleh karena itu, politisi PKS ini melihat bahwa pidato ini lebih merupakan klarifikasi personal SBY kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa jabatan gubernur saat ini masih menjadi milik Sri Sultan. "Sebenarnya jawaban yang ditunggu masyarakat Yogyakarta kan bukan sekadar menetapkan Sri Sultan yang sekarang sebagai Gubernur, tapi posisi keluarga ini sebagai pewaris kesultanan di dalam sistem ketatanegaraan kita. Itu sebenarnya yang diinginkan," ungkapnya. Demikian catatan online Sarto tentang RI Anis Matta.
READ MORE ~>> RI Anis Matta

Wahidin

Presiden Susilo Bambang Yudhyono dan Wakil Presiden Boediono menyerahkan sapi kurban spesial. Wahidin, seorang panitia Hari Raya Idul Adha 1431 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (17/11/2010), mengatakan, sapi kedua pimpinan negara tersebut melebihi sapi super.

"Berat sapi Pak SBY sekitar 1,8 ton dan sapi Pak Boediono 1,2 ton," ujar seorang panitia di tempat pemotongan hewan kurban di Masjid Istiqlal. Sapi tersebut berwarna putih.

Rencananya, kedua hewan korban tersebut secara simbolis akan diserahkan Presiden kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, Jakarta, seusai shalat Id. Hingga saat ini, Masjid Istiqlal telah menerima 17 ekor sapi dan 318 ekor kambing.

Hewan kurban ini rencananya mulai disembelih pada Rabu malam ini. Daging kurban akan dibagikan kepada kaum mustahik pada hari Kamis (18/11/2010) pagi. Demikian catatan online Sarto tentang Wahidin.
READ MORE ~>> Wahidin

Terpidana 4,5 tahun

Terpidana 4,5 tahun kasus suap jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani alias Ayin, meminta izin keluar dari LP Wanita Tangerang untuk menghadiri pemakaman ayahnya di Bandar Lampung, Sabtu (13/11/2010) kemarin. Izin ini diberikan pihak Lapas dan termasuk cuti luar biasa.

"Kalau izin Ayin itu cuti luar biasa. Cuti luar biasa bisa diberikan kalau napi menjadi wali nikah anaknya, menengok keluarganya yang sakit, menghadiri keluarganya yang meninggal dunia, dan kalau ada bagi waris. Itu ada ketentuannya," kata Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono, saat dihubungi, Minggu (14/11/2010).

"Pagi berangkat, sorenya sudah pulang," katanya. "Kita sudah minta bantuan polisi untuk mengawal. Tapi, karena keterbatasan personel polisi, jadi tidak bisa. Jadi, semuanya yang kawal dari lapas," ujarnya, sambil menjelaskan ada lima pengawal yang menyertai Ayin.

Namun, Untung mengaku tidak tahu apakah Ayin pergi ke Bandar Lampung dengan mencarter helikopter atau menumpangi pesawat komersial. Ia juga tidak tahu apakah Ayin memberi uang kepada petugas Lapas agar mendapat izin keluar tersebut. "Saya tidak tahu kalau soal itu. Kalau prosedurnya tanya Pak Sam L Tobing (Irjen Kemhuk dan HAM). Kalau saya soal teknis keluar saja," paparnya.

Keluarnya Ayin dari lapas kali ini adalah kali kedua dalam sepekan. Ayin juga meninggalkan Lapas Tangerang pada Senin (8/11/2010), saat menengok ayahnya yang sakit di RS Imanuel Way Halim, Bandar Lampung.

Ayin terpaksa dipindahkan dari Rutan Wanita Pondok Bambu Jakarta ke Lapas Wanita Tangerang pada April 2010 lantaran kedapatan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membangun sel mewah. Demikian artikel online Sarto tentang Terpidana 4,5 tahun.
READ MORE ~>> Terpidana 4,5 tahun

Gempa Bumi

Gempa Bumi dengan skala di atas lima kembali terjadi dalam sehari ini. Setelah Bantul dan Waingapu pada siang dan sore tadi di Siberut, kini gempa berskala 5,7 SR terjadi di wilayah pantai selatan Jawa Barat.

Informasi dari situs BMKG, pada pukul 19.38 terjadi gempa dengan pusat di 139 km tenggara Sukabumi, 145 km barat daya Bandung, dan 149 km barat daya Tasikmalaya, atau 161 km barat daya Ciamis.

Gempa terjadi pada kedalaman 14 km dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Demikian Informasi dari Sarto tentang Gempa Bumi.
READ MORE ~>> Gempa Bumi

Bukan untuk Senangkan Pejabat

Wakil Presiden Boediono menyatakan gedung yang diresmikan dan bantuan yang diberikan pemerintah bukan untuk menyenangkan para pejabat, akan tetapi untuk meningkatkan pelayanan publik di daerah. Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur lainnya akan menjadi sia-sia jika tidak untuk perbaikan dan peningkatan layanan ke publik.

Hal itu disampaikan Wapres Boediono usai meresmikan berbagai proyek dan bantuan pemerintah pusat di halaman kantor Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, di Saumlaki, Jumat (5/11/2010).

Dalam kunjungan kerja itu Wapres ditemani sejumlah menteri diantaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dan Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan. Dalam kesempatan itu hadir pula Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Bupati MTB Bitzael Silvester Temmar.

"Gedung-gedung dan bantuan yang diberikan berasal dari uang rakyat dan hakikatnya adalah milik rakyat. Karena itu rakyat harus mengawasinya," kata Wapres.

Menurut Wapres, uang rakyat harus dikembaikan untuk ekonomi dan kesejahteraan rakyat. "Paradigma pemerintah harus diubah ke arah yang lebih baik. Menjadi aparat negara sekarang ini bukan menjadi penguasa, melainkan menjadi pelayan publik," papar Wapres.

Perubahan etos kerja, lanjut Wapres, dan cara berpikir merupakan inti dari program reformasi birokrasi yang dicanangkan. "Rancangan besar atau grand design reformasi birokrasi nasional selama 15 tahun ke depan sudah diselesaikan dan akan diterbitkan dalam bentuk peraturan presiden, sedangkan peta jalan atau roadmap reformasi birokrasi nasional berjalan 5 tahun," kata Wapres.

Namun diakui Wapres, reformasi birokrasi nasional tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek yakni 5 tahun sesuai usia kabinet, melainkan membutuhkan proses yang panjang.
READ MORE ~>> Bukan untuk Senangkan Pejabat

Telusuri Timur, Komisi III Bentuk Tim

Komisi III DPR membentuk tim kecil yang akan menelusuri jejak dan masukan terkait calon tunggal Kapolri, Komjen Timur Pradopo. Tim kecil yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Tjatur Sapto Edy, akan bekerja sebelum dilakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap yang bersangkutan.

Tim diberikan waktu untuk bekerja mulai hari ini hingga Rabu, 13 Oktober mendatang, sementara Timur akan diuji pada 14 Oktober 2010. "Tim kecil ini mewakili kelompok fraksi-fraksi di Komisi III untuk melakukan verifikasi dokumen-dokumen terkait calon yang diajukan," kata Ketua Komisi III, Benny Kabur Harman, Senin (11/10/2010), di Gedung DPR, Jakarta.

Tim Kecil akan menampung aspirasi masyarakat dan kelompok masyarakat mengenai rekam jejak Timur. "Untuk itu, tim kecil akan pro aktif mendatangi kelompok masyarakat terkait calon yang akan di-fit and proper test," ujarnya.

Siapa saja yang akan dimintakan masukan? Dikatakan Benny, seluruh kelompok masyarakat yang dipandang bisa memberikan masukan signifikan akan ditemui oleh Tim Kecil.
READ MORE ~>> Telusuri Timur, Komisi III Bentuk Tim

DPD Belajar Bikin 'Law Center' ke Inggris

Libur Lebaran usai, para wakil rakyat memulai kerjanya dengan melakukan lawatan studi banding ke luar negeri. Tak hanya anggota Komisi X DPR yang tengah ke Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Jepang, sejumlah anggota DPD juga akan berkunjung ke Inggris pada Jumat (17/9/2010) mendatang.

Awal Oktober, beberapa anggota DPD juga akan melawat ke Belanda untuk tujuan yang sama. Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPD Laode Ida membenarkan bahwa enam orang anggotanya akan ke negeri Pangeran Charles itu untuk belajar konsep law center di parlemen Inggris.

Dikatakan Laode, DPD merupakan lembaga baru yang orang-orangnya adalah tokoh daerah dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, ujar Laode, DPD harus banyak belajar bagaimana membangun sistem.

"Intinya, DPD perlu proses evolusi yang konstruktif untuk menjadikan lembaga ini lebih produktif. Khusus ke luar negeri, selama ini DPD paling jarang memanfaatkan kesempatan itu. Kalaupun ada, karena ada undangan khusus dari organisasi internasional," ujar Laode di kantornya, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Pilihan ke Inggris dan Belanda, dijelaskannya, karena dua negara itu menjadi rujukan parlemen dunia. DPD yang berencana membuat law center alias pusat hukum berpandangan bahwa perlu studi banding ke dua negara tersebut.

"Di Indonesia belum ada law center, makanya kita mau mencari modelnya bagaimana. Maka, sejak DPD periode lalu mencari negara-negara tertentu yang mempunyai unit yang punya supporting system pembuatan rancangan legislasi. Dari 2008, baru sekarang terwujud," ujarnya.

Nantinya, DPD akan membuat law center sebagai lembaga internal DPD yang mempunyai kapasitas memberi input dalam proses pembangunan sistem perundang-undangan.

Saat ditanya berapa anggaran yang dihabiskan untuk studi banding ini, Laode mengaku tak mengetahuinya. Enam orang anggota DPD yang akan melakukan kunjungan ke Inggris adalah M Syukur (Jambi), Paulus (Papua), Habib Hamid (Kalsel), Pardi (DKI Jakarta), Aryanti Baramuli (Sulut), dan Abdul Aziz (Sumsel).

Rencananya, kunjungan akan dilakukan selama lima hari. "Harapan kami, bisa menambah wawasan anggota DPD. Karena anggota Parlemen, wawasannya harus lebih luas," kata Laode.
READ MORE ~>> DPD Belajar Bikin 'Law Center' ke Inggris

Amazon

Ingin menonton film jaman dulu? Tak perlu khawatir, Anda bakal bisa menontonnya lewat Amazon.com.

Sebab, Amazon sekarang sedang bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan media untuk menawarkan film-film dan acara televisi jadul. Seorang sumber yang menolak disebutkan namanya membisikkan Amazon sudah mendekati sejumlah perusahaan seperti Time Warner Inc., Viacom Inc dan Sony Corp.

Menurut sumber tersebut, pembicaraan Amazon dengan sejumlah perusahaan media itu baru memasuki tahap awal. Rencananya, situs belanja ini akan menawarkan film dan acara televisi alam dengan layanan Amazon Prime. Untuk bisa menikmati layanan ini, seeorang harus merogoh kocek sebesar 79 dollar AS per tahun.

Namun, seorang sumber lainnya mengatakan, perusahaan media tersebut menolak rencana. Alasannya karena pelanggan bisa menganggap tontotan film dan acara televisi tersebut sebagai layanan gratis.

Amazon belum mau berkomentar soal negosiasi tersebut. Juru bicara Amazon mengatakan, perusahaannya tidak mau berspekulasi atas perjanjian bisnis tersebut.

Sebelumnya, Apple Corp. juga disebut menawarkan layanan televisi dengan menggantikan iTunes. Namun, Apple juga menolak berkomentar.

Apple disebutkan sedang bicara dengan sejumlah perusahaan media seperti The Walt Disney Co.'s ABC dan News Corp's Fox. Pengguna bisa mengunduh sebuah film dengan harga 99 sen dollar Amerika Serikat. Masa tenggat menonton film itu hanya 48 jam.
READ MORE ~>> Amazon

Penanganan Korban Letusan Sinabung Amburadul

Setelah salah memprediksi dan memberi informasi kepada warganya, Pemerintah Kabupaten Karo hingga kini belum menangani pengungsi letusan Gunung Sinabung dengan baik.

Koordinator Palang Merah Indonesia (PMI) di lokasi bencana, Muhammad Irsal mengatakan, pemkab tidak memiliki satuan koordiansi penganan bencana. Sehingga, para relawan dari berbagai elemen seperti TNI, Tim SAR, pecinta alam, universitas, dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) bekerja secara sporadis dan sendiri-sendiri.

"Satkorlak katanya ada tapi sampai sekarang nggak ada," kata Irsal menurut informasi yang diterima SEO Blogger blogspot.

Saat dihubungi, Irsal sedang berada di posko pengungsi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo di Jalan Veteran, Kabanjahe. Dia menambahkan, data resmi mengenai jumlah pengungsi belum tersedia akibat lemahnya koordinasi tersebut.

Namun, berdasarkan penghitungan PMI, jumlah sementara pengungsi di sejumlah lokasi di Kabanjahe mencapai 4.236 orang. Mereka berasal dari tiga kecamatan yang terdekat dengan Sinabung, yaitu Kecamatan Tiga Nderket, Kecamatan Merdeka, dan Kecamatan Naman Teran.

"Para pengungsi kekurangan air untuk MCK dan air minum," ujarnya.

Irsal menceritakan, pada Sabtu malam, sebenarnya para relawan telah bersiap-siap mengantisipasi meletusnya Gunung Sinabung dengan membawa sejumlah peralatan dan bantuan darurat. Namun, dalam rapat Muspida, Bupati Karo Daulat Daniel Sinulingga menegaskan daerahnya aman dan tidak akan terjadi letusan.

"Akhirnya kami pulang ke daerah masing-masing. Namun, belum lima menit meninggalkan kantor bupati, terjadilah letusan itu, sementara kami nggak siap. Sebagian masyarakat yang sempat mengungsi juga sudah terlanjur disuruh kembali ke desa," katanya.

Akibatnya, satu orang dipastikan tewas karena sesak nafas yakni N Surbakti (54), warga Desa Cinta Rayat, Kecamatan Merdeka.
READ MORE ~>> Penanganan Korban Letusan Sinabung Amburadul

Menkum HAM Siap Jelaskan Kasus Grasi Syaukani ke DPR

Menkum HAM Patrialis Akbar siap memberikan penjelasan kepada parlemen soal keputusan pemberian grasi kepada terpidana korupsi Syaukani HR. Menurut informasi yang diterima SEO Blogger Blogspot bahwa dia bertanggung jawab atas semua kebijakan pengurangan masa hukuman terpidana.

"Kalau dipanggil DPR saya bersyukur, saya pertanggungjawaban dan jelaskan secara terbuka," kata Patrialis di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/8/2010).

Bukan hanya grasi yang akan dijelaskannya, tetapi juga remisi dan pembebasan bersyarat kepada terpidana. Termasuk yang diberikan kepada terpidana kasus pidana korupsi yang belakangan menjadi polemik.

"Semua akan dijelaskan. Tidak ada pelakuan diskriminasi dalam pemberian grasi, remisi dan pembebasan bersyarat," tegas Patrialis.

Khusus menyinggung grasi dan pembebasan bersyarat yang bagi Aulia Pohan, ditegaskan bahwa semua prosedurnya telah dipenuhi. Penjelasan juga sudah berulangkali diberikan setiap kali ada yang menanyakannya.

"Kalau orang berpikirnya kontra terus, ya gak akan selesai-selesai. Semua sudah dijelaskan dan prosesnya dipertanggungjawabkan," kata Patrialis.
READ MORE ~>> Menkum HAM Siap Jelaskan Kasus Grasi Syaukani ke DPR

Tabung Gas 3 Kg Makan Korban Lagi

Korban ledakan tabung gas 3 kg menjalani perawatan di ruang observasi RSUD Bari karena mengalami luka bakar 40% di sekujur tubuhnya.

PALEMBANG (SINDO) –Ledakan tabung gas 3 kg di Kota Palembang kembali menelan korban. Afrizal, 42,warga Jalan A Yani, Gg Gading, RT 28,Kelurahan 8 Ulu,Kecamatan SU I, Palembang, Kamis (19/8) sekitar pukul 22.30 WIB,terkena ledakan tabung gas 3 kg yang mengakibatkan sekujur tubuhnya luka bakar serius.

Saat ini korban dirawat intensif di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang. Menurut Efni, 50, kakak kandung korban, peristiwa itu terjadi saat adiknya baru pulang kerja. Saat itu di rumah kontrakan dari bedeng kayu itu hanya ada korban sendirian. ”Istri dan ketiga anaknya lagi pulang kampung ke Kota Padang.Sedangkan,satu lagi anaknya, Rizki, malam itu tidak pulang karena kerja lembur,”ungkap Efni saat mendampingi korban di ruang observasi RSUD Bari kemarin.

Petaka terjadi setelah korban mengganti pakaian dan hanya mengenakan sarung. Kemudian, korban menyambungkan kabel televisi yang jaraknya sekitar 5 meter dari tabung gas 3 kg yang berada di dapur rumahnya.Tiba-tiba tabung meledak dan semburan gas mengepung dalam rumah dan menyambar sekujur tubuhnya.Tak hanya itu, akibat kuatnya ledakan, korban sampai terpental ke dinding ruang tamu sehingga terjatuh ke lantai.

Kemudian, korban sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung tetangga korban mendengar suara ledakan keras dan langsung membantu melarikan korban ke RSUD Bari. ”Kondisi dalam rumah adik saya setelah ledakan semuanya berantakan. Bahkan, kaca rumah dan seluruh perabotan berantakan tidak karuan,”katanya.

Akibat musibah yang terjadi, Efni berharap pemerintah dan PT Pertamina membantu biaya pengobatan adiknya yang terkena ledakan tabung gas 3 kg bantuan pemerintah dalam program konversi minyak tanah beberapa waktu lalu itu.”Siapa sihyang mau kena musibah seperti ini.Adik saya ini hanya sopir taksi gelap yang penghasilannya tak menentu. Kami berharap Pertamina dan Pemkot Palembang serta Pemprov Sumsel memberikan bantuan,”tukasnya.

Sementara itu, dokter UGD RSUD Bari dr Dina Andrian menyatakan, korban saat ini sedang mendapat perawatan intensif. ”Luka bakarnya pada tubuh mencapai 40%. Kita akan terus melakukan pengawasan terhadap korban karena kita belum mengetahui apakah dampak luka bakar ini berdampak ke pernapasannya,”ungkap dr Dina.

Terkait biaya perobatan, Kepala UGD RSUD Bari dr Ibaduhraman mengatakan segera mengusahakan melalui dana Jamsoskes. ”Karena korban sudah lama tinggal di Palembang serta memiliki KTP Palembang. Kami suruh keluarganya mengurus surat-surat ke RT dan kelurahan tempat tinggalnya supaya nanti dapat dibantu pakai dana Jamsoskes,”katanya.

Kepala Polsekta SU I Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rocky H Marpaung melalui Kanit Reskrim Inpektur satu (Iptu) Nanang S membenarkan adanya peristiwa itu. ”Kini barang bukti tabung gas dan selang sudah diamankan.Saat ini masih diselidiki penyebab meledaknya tabung gas,”ucap Nanang.
READ MORE ~>> Tabung Gas 3 Kg Makan Korban Lagi

Oknum Polisi Ditangkap saat Bersama Bandar Ineks

Brigadir Andi Kusumaheri, oknum polisi anggota Polsek Seberang Ulu II, terpaksa berurusan dengan Propam Poltabes Palembang.

Pasalnya, dia tertangkap saat sedang bersama bandar ineks Esniwati yang selama ini menjadi target operasi Direktorat Narkoba Polda Sumsel. Dari tangan tersangka berhasil diamankan insek, sebanyak 109 butir merah jambu berlogo S dan walet yang tersimpan dalam lima kantong plastik transparan yang dimasukkan ke amplop serta dibalut kresek hitam.

Warga Jalan Aiptu A Wahab Lr Pelangi No 330,Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I,Palembang, ini diringkus saat akan melakukan transaksi di depan Lr Juwita, Kelurahan Tuan Kentang,Kecamatan Seberang Ulu I,Palembang. Saat akan ditangkap, tersangka sempat membuang sebuah bungkusan hitam dengan tangan kirinya ke arah bawah.Namun, aksi tersebut terlihat petugas yang melakukan penyergapan dan memerintahkan tersangka mengambilnya.

Saat dibuka, terdapat 58 butir ineks logo walet dan 51 butir ineks logo S merah jambu. Yang mengejutkan,orang yang membonceng bandar ineks yang telah lama diburu tersebut merupakan oknum anggota polisi yang bertugas di SPK Polsek SU II,Brigadir Andi Kusumaheri. Di hadapan petugas,Esniwati membantah bahwa barang terlarang tersebut miliknya. Saat ditangkap, dia mengaku sedang mencari makanan untuk berbuka puasa bersama Brigadir Andi.

Namun,belum sempat membeli makanan,mereka disergap sejumlah anggota polisi dari Direktorat Narkoba Polda Sumsel di depan Lr Juwita.“Aku tidak tahu itu barang milik siapa. Karena saat disuruh berhenti oleh polisi, aku langsung turun dan mendekati salah satu petugas serta memeriksa seluruh isi dompet. Setelah itu, aku disuruh mengambil dan membuka bungkusan hitam yang berada di dekat motor.Saat dibuka,ternyata isinya ineks,”ujarnya.

Kapolda Sumsel Irjend Pol Hasyim Irianto melalui Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumsel Kombes Teguh Prayitno mengungkapkan, tersangka Esniwati merupakan target operasi yang telah lama diincar.Namun,setelah beberapa kali dilakukan penggerebekan di rumah tersangka, tidak pernah ditemukan barang bukti.

“Dia (tersangka) dikenal cukup licin karena kita sudah sekitar tiga kali menggerebek rumahnya, tetapi selalu tidak ditemukan barang bukti.Maka itu, kita memancingnya keluar untuk melakukan transaksi dan rencana tersebut ternyata membuahkan hasil,”ungkap Teguh.

Sedangkan, mengenai keterlibatan oknum polisi, pihaknya segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan tes urine yang hasilnya diserahkan ke Propam Poltabes Palembang.“Saat ini status oknum polisi itu masih sebagai saksi,” ungkapnya.
READ MORE ~>> Oknum Polisi Ditangkap saat Bersama Bandar Ineks

April 2011, Venues SEA Games Dievaluasi

Seluruh venues yang dibangun Pemprov Sumsel akan dievaluasi Deputy Indonesia SEA Games Organization Comitte (INASOC) sebelum resmi digunakan pada SEA Games XXVI 2011.

Evaluasi direncanakan pada April 2011. Kepala Bidang Sumber Daya Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel Irhamni mengungkapkan,evaluasi seluruh venues SEA Gamesdilakukan untuk mengetahui standardisasi kelayakan sebelum digunakan dalam ajang olahraga internasional.“Kalau tak memenuhi standar,bisa saja kemungkinan cabang olahraga (cabor) yang bersangkutan dipindah ke tempat lain,” kata Irhamni kemarin.

Meski demikian,Pemprov Sumsel optimistis bisa memenuhi standar internasional yang sudah ditetapkan INASOC dan seluruh venues yang dibangun selesai tepat waktu. Menurut dia, setelah SEA Games, venues yang sudah dibangun tetap dimanfaatkan untuk kejuaraan olahraga internasional maupun ajang olahraga tingkat nasional. Selain itu,fasilitas tersebut bisa digunakan untuk membina atlet Sumsel.

“Kalau soal penentuan atlet yang akan dipakai dalam SEA Games itu ditentukan secara nasional. Atlet asal Sumsel tentu terlibat di dalamnya,”ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan Dinas PU Cipta Karya KM Aminuddin menjelaskan, hasil kesepakatan antara Pemprov Sumsel dan INASOC pada 4 Agustus lalu di Jakarta ditetapkan, Sumsel ditunjuk menyelenggarakan 21 cabor dari 44 cabor yang dipertandingkan dalam SEA Games.

“Dengan adanya persetujuan tersebut, kami fokus membangun apa saja yang dibutuhkan untuk SEA Games, seperti pembangunan venues dan rehab fasilitas olahraga maupun transportasi atlet,”kata Aminuddin. Seluruh fasilitas baru untuk SEA Games menggunakan dana yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Beberapa perusahaan yang ikut terlibat pembangunan tersebut antara lain Chonoco Philips, Pertamina,PTBA. Sementara rehabilitasi venues menggunakan dana APBN dengan total sebesar Rp147 miliar.

“Sebagian rehab venuesjuga ditawarkan kepada pihak ketiga. Sementara, penggunaan dana APBN digunakan sesuai kebutuhan,” ucapnya. Dia mengatakan, pembangunan seluruh fasilitas SEA Games memenuhi standar internasional sedangkan peralatan yang digunakan didatangkan langsung dari Jakarta.

Selain menyiapkan venues, Pemprov Sumsel menyediakan perkampungan atlet yang terdiri atas empat lantai untuk menampung 4.140 orang. “Kita optimistis, tiga bulan sebelum pelaksanaan SEA Games, semua fasilitas yang digunakan rampung. Untuk itu, kita akan melakukan pembangunan dalam waktu dekat ini,”ujarnya.
READ MORE ~>> April 2011, Venues SEA Games Dievaluasi

Hyundai Gelar Program Pemudik Lebaran

PT Hyundai Mobil Indonesia (PT HMI) menggelar sejumlah program dalam rangka menyambut lebaran 2010.Program yang dikemas dalam “Hyundai iCare Program 2010 Idul Fitri Hyundai Siaga 24 jam”.

“Program ini terdiri dari Hyundai call center 24 jam, Hyundai bengkel siaga 24 jam, serta Hyundai mobile service 24 jam,”tutur Febry Astuti, Corporate Communication Head,PT HMI. Titie panggilan akrab Febry Astutie menyebut, Hyundai iCare Program Mudik Lebaran 2010 menyediakan layanan perawatan kendaraan untuk persiapan perjalanan mudik bagi konsumen. “Sehingga pelanggan tidak perlu mengantri terlalu lama di bengkel Hyundai pada pekan terakhir sebelum libur lebaran dan dapat memperoleh pelayanan yang memuaskan,” kata dia.

Di program yang berlangsung 16 Agustus 18 September itu,PT HMI juga menawarkan sejumlah paket diskon, yaitu diskon pembelian suku cadang sebesar 25 persen. Diskon ongkos jasa perbaikan atau perawatan 5 persen, serta diskon genuine material sebesar 10 persen. “Paket ini juga berlaku untuk paket servis perawatan berkala.

Sementara bagi pemegang Hyundai BRI Credit Card berhak mendapat diskon jasa 20- 30 persen untuk tune up, analisa, serta ganti oli mesin,”terang Titie.Bengkel Siaga 24 jam tersebar di seluruh jalur mudik di area Jawa, Bali hingga Sumatera.
READ MORE ~>> Hyundai Gelar Program Pemudik Lebaran

Nyeri dan Gelisah Bisa Ditarik Gelombang Listrik

London, Sejak zaman dulu, listrik sudah digunakan untuk mengatasi masalah kejiwaan. Jauh sebelum obat antidepresan dikembangkan, para ahli kejiwaan menggunakan terapi kejut listrik untuk mengatasi depresi berat. Dan dukungan untuk kata kunci Blogger Templates Colorizetemplates.com. Namun penggunaan alat tersebut mempunyai berbagai risiko termasuk hilangnya memori jangka pendek, sehingga harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Akibatnya, tidak sembarang orang bisa menggunakannya.

Agar dapat dimanfaatkan secara luas, sebuah perusaah elektronik di Eropa memproduksi perangkat yang dinamakan Alpha Stim. Sama seperti ECT (Electroconvulsive Therapy) atau terapi kejut listrik, alat ini juga menggunakan stimulasi arus listrik untuk mengatasi masalah kesehatan.

Alpha Stim dilengkapi 2 elektroda, yang bisa dipasang mudah dipasang pada daun telinga. Arusnya sangat kecil, berkisar antara 50-100 mikroampere sehingga tidak sampai menyebabkan kejang pada syaraf otak seperti yang terjadi pada ECT.

Listrik yang dialirkan ke otak melalui 2 elektroda itu akan mengaktifkan gelombang alfa, yang dapat menenangkan sistem saraf pusat. Mekanisme yang disebut cranial electrotherapy stimulation ini akan memicu perasaan rileks,
namun tetap terjaga.

Di Eropa, Alpha Stim telah digunakan oleh 12 juta orang dalam 20 tahun terakhir. Sementara di Amerika Serikat, alat ini juga digunakan oleh militer untuk mengatasi stres traumatik pada veteran perang yang pernah bertugas di daerah konflik.

Dr Bob Lister dari London Metropolitan University membenarkan bahwa aliran listrik pada alat tersebut mampu meredakan kegelisahan. Ia membandingkannya dengan hasil EEG, yang menunjukkan rekaman aktivitas otak selama penggunaan alat tersebut.

"Tidak ada salahnya mencoba terapi semacam ini sebelum mengonsumsi obat-obatan. Namun untuk trauma yang sangat mendalam, alat ini tetap tidak bisa menggantikan terapi bicara," ungkap Dr Lister, dikutip dari Telegraph, Selasa (3/8/2010). Tidak hanya depresi dan kegelisahan, terapi dengan Alpha Stim juga bisa meredakan nyeri akibat berbagai gangguan seperti fibromyalgia maupun arthritis. Menurut Dr Lister, tingkat keberhasilannya dalam meredakan nyeri mencapai 80 persen. Dan dukungan untuk Blogger Templates Colorizetemplates.com.
READ MORE ~>> Nyeri dan Gelisah Bisa Ditarik Gelombang Listrik

Penderita Depresi Sulit Mengenali Ekspresi Jijik

Dunedin, Pada tingkat keparahan tertentu, depresi mempengaruhi kemampuan seseorang mengenali ekspresi wajah. Menurut Balai Uji bahwa Penderita depresi tidak bisa mengenali ekspresi jijik dan cenderung menilai wajah datar sebagai ekspresi sedih.

Penelitian mengenai hal ini dilakukan oleh Katie Douglas dan Prof Richard Porter dari Otago University, New Zealand. Hasilnya telah dilaporkan dalam British Journal of Psychiatry edisi bulan Agustus 2010.

Dikutip dari Xinhua, Senin (2/8/2010), penelitian tersebut melibatkan 68 partisipan yang merupakan pasien rumah sakit jiwa Christchurch's Hillmorton dengan diagnosis depresi parah. Selain itu, peneliti melibatkan 50 partisipan sehat sebagai kontrol.

Para peneliti meminta para partisipan mengamati 96 gambar wajah dengan berbagai ekspresi dan beberapa gambar wajah tanpa ekspresi. Partisipan lalu diminta membedakan ekspresi dalam gambar-gambar itu dan mengelompokkannya menjadi 5 kategori yakni marah, gembira, sedih, takut dan jijik.

Berdasarkan hasil analisis, perbedaan kemampuan membedakan ekspresi wajah antara penderita depresi dengan partisipan sehat ternyata cukup signifikan. Pada penderita depresi, tingkat kesalahan dalam mengenali ekspresi jijik dilaporkan cukup tinggi.

Selain itu, penderita depresi cenderung menafsirkan gambar wajah tanpa ekspresi sebagai ekspresi sedih. Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan penafsiran wajah datar tersebut sebagai ekspresi senang.

Ketidakmampuan mengenali ekspresi jijik juga didapati pada penderita parkinson yang tidak mendapat pengobatan. Hal ini dipicu oleh kekurangan kadar dopamin, kondisi yang juga menyebabkan gemetar dan kehilangan kontrol gerak.

Para ahli menduga, kondisi yang sama juga dialami oleh penderita depresi. Pada tingkat keparahan tertentu, depresi memicu berkurangnya kadar dopamin seperti yang dialami penderita parkinson.

Menurut Solusi bahwa Dugaan lain mengatakan, depresi mempengaruhi proses emosi seseorang. Hal ini berdampak pada kemampuan seseorang dalam mengenali bentuk emosi yang diwujudkan dengan ekspresi wajah.
READ MORE ~>> Penderita Depresi Sulit Mengenali Ekspresi Jijik

Dewan: Buruh Seharusnya Jadi Mitra

ANGGOTA Komisi E DPRD Sulsel Kadir Halid mengatakan, buruh seharusnya dijadikan mitra oleh pemilik perusahaan. Buruh bukan sekadar dijadikan tenaga kerja dan dieksploitasi untuk kepentingan perusahaan.

”Ke depan perlu dilakukan pemahaman yang saling sinergis antara pemilik perusahaan dan buruh. Pemilik perusahaan seharusnya menjadikan buruh sebagai mitra. Sosialisasi tersebut harusnya dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),” ungkapnya di Gedung DPRD Sulsel kemarin. Menurut legislator dari Partai Golkar Sulsel tersebut, posisi buruh jika berhadapan dengan perusahaan, selalu menjadi korban.

Maka proses mediasi di antara kedua pihak tersebut seharusnya dilakukan secara berkelanjutan. ”DPRD hanya melakukan mediasi untuk pembicaraan setiap kasus konflik antara pekerja dan perusahaan. Kendati selalu menghasilkan solusi,ke depan diharapkan lebih banyak terbangun komunikasi yang sinergis antara perusahaan dan pekerja,”katanya.

Sementara itu, puluhan pekerja PT Bomar mendatangi Gedung DPRD Sulsel kemarin. Unjuk rasa karyawan PT Bomar tersebut dilakukan menyusul tindakan perusahaan yang melakukan PHK terhadap tiga karyawan yang tergabung dalam pengurus serikat pekerja Buruh Nusantara PT Bomar.

Koordinator lapangan aksi Gerson mengatakan, front solidaritas buruh PT Bomar mendesak manajemen perusahaan memberlakukan hak normatif pekerja/buruh sesuai yang diatur dalam Undang-Undang (UU) No 13/2003. Di antaranya status pekerja/buruh agar seluruhnya diangkat menjadi pekerja tetap.

”Kami juga menuntut upah yang diberikan pada karyawan sesuai dengan ketentuan upah minimum provinsi (UMP) Sulsel 2010 bagi seluruh pekerja. Di samping adanya jaminan Jamsostek dan pemberian hak cuti,”paparnya.
READ MORE ~>> Dewan: Buruh Seharusnya Jadi Mitra

Sulsel Tuan Rumah Munas Inkindo

Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sulsel harus siaga pada Oktober 2010. Pasalnya, Musyawarah Nasional (Munas) Inkindo akan dipusatkan di Makassar.

“Kami terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan munas. Ini merupakan kebanggaan bagi kami di Sulsel,” ujar Ketua DPP Inkindo Sulsel Faizal Suyuthi di sela-sela raker DPP Inkindo Sulsel di Hotel Singgasana Makassar kemarin. Rencananya, pelaksanaan munas tersebut akan dihelat di Hotel Clarion Makassar selama tiga hari (27–29 Oktober 2010) dan akan diikuti 33 DPP Inkindo se-Indonesia atau sekitar 700 peserta.

Dia menambahkan,hingga saat ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan agenda empat tahun sekali itu. Salah satunya,membahas persoalan- persoalan strategis mengenai desakan revisi Keppres No 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa.“Konsultan luar yang masuk di Sulsel semena-mena tanpa ada koordinasi. Itu karena aturan Keppres 80/2003 yang melonggarkan mereka.

Akibatnya, banyak konsultan lokal yang notabene konsultan kecil tidak mampu bersaing dengan mereka,” tuturnya. Sementara itu, raker DPP Inkindo Sulsel yang diikuti sekitar 100 lebih peserta selama sehari, kemarin berlangsung sukses. Setidaknya terdapat salah satu dari banyak program kerja yang dihasilkan, yakni memberi kemudahan bagi calon anggota untuk bergabung.

Faizal Suyuthi mengatakan, proses pembuatan kartu tanda anggota dan sertifikat badan usaha bagi anggota baru dapat diselesaikan dalam waktu paling lama satu pekan. Tak hanya itu, uang pangkal atau biaya juga lebih terjangkau dari sebelumnya. “Banyak masukan yang mengatakan jadi anggota Inkindo sulit. Makanya kami permudah lagi,” tuturnya. hariagsutomo's Profile on Ping.sg

Hingga saat ini jumlah anggota Inkindo Sulsel sudah 302 orang dengan kualifikasi perusahaan besar sebanyak 20,perusahaan sedang 45,dan 237 perusahaan kecil. Selama periode 2010-2014 ini, baru 10 anggota baru yang bergabung. Ketua panitia raker Inkindo Satriya Madjid menambahkan,raker Inkindo ini lebih fokus pada penerjemahan tema raker “Aktualisasi Peran Inkindo dalam Pembangunan dengan Peningkatan Kinerja”.

Setidaknya rumusanrumusan raker ini bisa memutuskan program kerja yang khusus untuk peningkatan SDM di bidang masing-masing, seperti bidang sipil, arsitek, tata lingkungan, supervisi,eletrikal,mekanikal.
READ MORE ~>> Sulsel Tuan Rumah Munas Inkindo

Korban Banjir Kesulitan Air Bersih

Korban banjir di Kampung Batuppi, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba,kesulitan air bersih.Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,mereka mengandalkan air hujan.

Setidaknya terdapat 80 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di kampung tersebut.Mereka kesulitan mendapatkan air bersih setelah rumahnya terendam banjir yang terjadi sejak dua hari lalu. Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh industri batu merah ini sebelumnya mengandalkan air sumur untuk keperluan mandi, mencuci, dan minum.“Namun selama banjir merendam kampung kami, warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Karena itu, kami hanya mengandalkan air hujan untuk keperluan air minum,” kata Samsuddin,warga setempat, kemarin. Karena itu,dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba segera turun tangan membantu menyalurkan air bersih ke daerah ini. Menurutnya, selama kampung ini terendam, Pemkab Bulukumba belum memberikan bantuan.

Direktur PDAM Bulukumba Aris Iskandar berjanji segera memasang dua unit bak penampung air bersih di Kampung Batuppi. “Secepatnya kami mengupayakan dua bak penampungan air bersih agar masyarakat dapat menikmati air bersih,”ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Bulukumba menilai, Dinas Sosial (Dinsos) Bulukumba lamban dalam menangani korban banjir di Lingkungan Batuppi, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, sejak empat bulan lalu.

Sebab hingga kini, Dinsos belum juga memberikan bantuan kepada korban banjir. Padahal ada 80 rumah warga terendam banjir, tapi belum mendapat bantuan dari pemerintah. Sementara yang memerlukan bantuan mencapai ratusan kepala keluarga. Para korban banjir tersebut kini umumnya terserang penyakit gatal-gatal dan penyakit lainnya.

Anggota DPRD Bulukumba Zulkifli Sayyeb mengatakan, Dinsos seharusnya tanggap menangani korban banjir di Lingkungan Batuppi. Pasalnya, banjir ini terjadi sejak empat bulan lalu.“Saya menyesalkan tak adanya perhatian Dinsos kepada korban banjir bandang di Kelurahan Bintarore.Padahal kejadiannya sejak empat bulan lalu,”ungkapnya saat memberikan bantuan kepada korban banjir kemarin.

Wakil rakyat yang hadir memberikan bantuan berupa 10 dos mi instan kepada korban banjir di Lingkungan Batuppi,yakni Mulyadi Mursali,Rudi Wahudi,Andi Bandri Alam,Hilmiaty Asip,Andi Hamzah Pangky, dan beberapa anggota Dewan lainnya,termasuk Wakil Ketua DPRD Bulukumba Husbiannas Alsi. Zulkifli mengatakan, pelayanan Dinsos tidak seharusnya lamban seperti ini. Sebab, pos anggaran yang disetujui di Dewan tak sedikit.

Pos anggaran yang disediakan ini termasuk dana operasional Tagana, tapi penanganannya justru tidak maksimal. “Hingga kini Dinsos atau pihak Tagana tak menangani korban.Kalau ada yang turun,itu baru setelah diberitakan di media massa,” tandasnya saat ditemui di rumahnya, tidak jauh dari lokasi banjir kemarin. Bupati Bulukumba Andi Sukri sudah memerintahkan dinas terkait menyediakan sarana air bersih di lokasi banjir.

Meski air bersih sudah terpenuhi, kebutuhan lainnya masih terkendala. Pasalnya,sejak banjir melanda permukiman mereka sejak empat bulan lalu, hingga kini belum mendapat perhatian dari pemerintah. Menurut para korban, mereka membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.

Dari pantauan di lokasi, sebagian warga sudah meninggalkan rumahnya yang terendam banjir. Kalaupun ada warga yang bertahan karena rumahnya tak terlalu terkena dampak banjir tersebut. Hingga kini korban banjir belum ada yang beraktivitas. Wakil Bupati Bulukumba Padasi berjanji segera melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk membicarakan penanganan korban bencana alam.

Baik yang terkena banjir di Lingkungan Batuppi, maupun warga di Dusun Pangi, Desa Tanatoa,Kecamatan Kajang, yang permukimannya juga retak yang berpotensi longsor. “Rapat koordinasi ini akan dibicarakan tentang bencana alam yang terjadi di Bulukumba.

Korban banjir yang mulai terserang penyakit, kami perintahkan pihak kesehatan menurunkan dokter ke lokasi untuk memeriksa warga. Terkait tanah yang retak di Dusun Pangi,akan dicarikan solusi bagi warga.Apakah direlokasi atau mengungsi ke tempat aman sementara waktu,”katanya.
READ MORE ~>> Korban Banjir Kesulitan Air Bersih

Kabel PLN Terkena Galian, Listrik di Kemang Padam

Aliran listrik di sebagian wilayah Kemang, Jakarta Selatan, mengalami gangguan.

Menurut General Manager PT PLN Wilayah Distribusi Jakarta Purnomo Willy, gangguan tersebut disebabkan adanya penggalian sumur di Jalan Brigif, Ciganjur.

"Mengenai kabel bawah tanah tegangan tinggi 150 KV," katanya melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Senin (26/7/2010).

Hasil pemeriksaan tekanan minyak kabel di Gandul dan Kemang, imbuh Willy, diketahui normal dan sedang dalam pemeriksaan sistem proteksi untuk meyakinkan yang terkena kabel tegangan tinggi.

"Perbaikan diperkirakan memerlukan waktu tiga jam," imbuhnya.
(lam)
READ MORE ~>> Kabel PLN Terkena Galian, Listrik di Kemang Padam

Polri Disarankan Libatkan KPK Usut Rekening Gendut

Menurut informasi yang diterima grandong bahwa Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyarankan Polri turut melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus rekening gendut perwira Polri.

Bambang menilai, jika Polri mau menggandeng KPK bekerja sama, hal itu dapat berpengaruh positf terhadap citra Polri.

“KPK bisa saja ikut. Tetapi tergantung Polri mengizinkan atau tidak. Ini ada baiknya juga untuk citra Polri, bisa saja penegak hukum lain ikut di dalam,” ujar politisi dari Fraksi Partai Golkar ini, kepada wartawan seusai menjadi pembicara dalam diskusi Polemik Trijaya, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/7/2010).

Menurut Bambang Polri terkesan tertutup, kendati institusi penegak hukum yang bermarkas di Jalan Trunojoyo itu telah melakukan penyelidikan internal terhadap rekening beberapa perwira yang dinilai tidak wajar.

“Ya jelas (terkesan tertutup), karena belum terbukti sudah mau diungkap kan orang tidak mau namanya tercemar. Kita tunggu saja hasilnya nanti. Jika ada bukti awal, pasti akan diungkap,” tandas Bambang.
READ MORE ~>> Polri Disarankan Libatkan KPK Usut Rekening Gendut

NetApp & Microsoft Hadirkan Cloud Computing bagi UKM

NetApp bekerja sama dengan Microsoft meluncurkan solusi perlindungan data kelas enterprise bagi penyedia layanan cloud dengan memanfaatkan Microsoft Dynamic Data Center Toolkit untuk hosters. Selain itu menurut Berita Terkini bahwa NetApp juga mengumumkan tersedianya penawaran layanan profesional, sumber daya tambahan, dan panduan baru agar penyedia layanan dapat membangun berbagai macam layanan cloud sekelas enterprise.

“Pelanggan UKM memiliki banyak kebutuhan akan disaster recovery dan kontinuitas bisnis seperti halnya perusahaan besar, tapi seringkali mereka tidak memiliki sumber daya ahli atau dana yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan,” ujar Laura DuBois, Program Vice President Storage Software dan Solutions IDC, yang dikutip melalui keterangan resminya, Kamis (22/7/2010). Menurut Berita Utama bahwaDynamic Data Center Toolkit menyediakan contoh kode dan panduan untuk membangun layanan cloud menggunakan Windows Server 2008 R2 dengan Hyper-V dan Microsoft System Center Suite.

NetApp saat ini merupakan satu-satunya vendor storage yang berintegrasi secara utuh dengan Dynamic Data Center Toolkit yang memungkinkan penyedia layanan memanfaatkan kemampuan perlindungan data terintegrasi terdepan di industri dari NetApp, seperti disaster recovery, clustered failover, serta backup dan recovery. Solusi unik ini memungkinkan penyedia layanan untuk memperluas penawaran layanan agar dapat meningkatkan bisnis mereka, sekaligus menawarkan serta memenuhi Service-Level Agreement (SLA) untuk pelanggan mereka.

Menurut Dunia Berita bahwa saat ini UKM menuntut solusi disaster recovery sekelas enterprise, dan para penyedia layanan hosting berada di posisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut seiring dengan semakin banyak UKM bergerak ke arah IT-as-a-Service,” kata John Zanni, General Manager Worldwide Hosting for the Communications Sector di Microsoft.
READ MORE ~>> NetApp & Microsoft Hadirkan Cloud Computing bagi UKM

DPC Tak Tertarik Ilham dan Ichsan

Nama besar Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo ternyata tidak cukup kuat menarik minat DPC Partai Demokrat untuk memberikan dukungan di musyawarah daerah (Musda). Menurut grandong bahwa Sejumlah ketua DPC Demokrat mengaku lebih memilih kader internal untuk memimpin DPD Demokrat Sulsel lima tahun mendatang. Alasannya,kader internal sudah sangat memahami situasi internal partai. Selain itu, kader internal dinilai sudah berbuat banyak dalam membesarkan Partai Demokrat di Sulsel. Ketua DPC Demokrat Palopo Zirmayanto mengatakan, dukungan terhadap kader internal merupakan wujud penghargaan atas pengorbanan yang dilakukan kader selama ini.”Kami welcome saja kalau ada figur di luar partai yang ingin masuk membangun Demokrat.

Namun,kami juga perlu menghargai perjuangan teman-teman di Demokrat selama ini,” jelas politikus yang akrab disapa Zir ini. Zir menyebut nama Wakil Ketua DPRD Sulsel Andry S Arief Bulu dan Bendahara DPD Demokrat Sulsel Idris Manggabarani sebagai figur yang layak menggantikan mantan ketua Demokrat Sulsel Reza Ali. Hal yang sama diungkapkan Ketua DPC Demokrat Wajo Rahman Rahim. Menurut Belajar HTML bahwa kader internal harus lebih diprioritaskan karena selama ini telah berjasa membawa Demokrat Sulsel menjadi partai yang diperhitungkan di Sulsel. ”Mungkin ada tokoh luar partai yang ingin memimpin Demokrat. Namun,saya pribadi tetap lebih memilih kader internal.Apalagi Demokrat punya kader yang layak memimpin,” jelas Rahman Rahim.

Andry S Arief Bulu mengaku belum bisa mengomentari dukungan yang diberikan kepadanya. Saat dikonfirmasi baru-baru ini, salah satu kader muda Demokrat yang berprestasi ini mengatakan bahwa mekanisme pemilihan ketua diserahkan ke forum Musda. Menurut Type Approval Indonesia bahwa Musda DPD Demokrat Sulsel dijadwalkan berlangsung September atau Oktober mendatang. Sejauh ini dua figur yang disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai ketuaDPDadalahIlhamdanIchsan.
READ MORE ~>> DPC Tak Tertarik Ilham dan Ichsan

Incumbent Diprediksi Kembali Berjaya

Tampuk kekuasaan Bupati MZA Djalal-Wakil Bupati Khusen Andalas tampaknya tidak tergoyahkan. Duet incumbent ini unggul jauh dari para pesaingnya dalam pemungutan suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember, kemarin. Dari sejumlah penghitungan cepat (quick count) maupun real count pasangan yang diusung Koalisi PDI Perjuangan,PAN,PPP,Golkar, Hanura,dan PKNU itu mendapatkan suara terbanyak dari tiga pasangan lainnya. Berdasarkan perhitungan sementara real count versi Relawan Cerdas (Wandas) Taruna Jember hingga petang kemarin Djalal-Khusen unggul di 31 kecamatan. Koordinator Lapangan Wandas Taruna Jember,M Yasin,menuturkan pasangan cabup nomor 4 diprediksi akan mampu menang secara mutlak di seluruh kecamatan. Hingga petang kemarin, cabup MZA Djalal MZA Djalal-Kusen Andalas sementara sudah meraih 421.597 suara atau 58% dari total suara. Posisi kedua ditempati pasangan Bagong Sutrisnadi-M Mahmud.

Cabup-cawabup nomor urut 2 itu memperoleh suara 159.604 suara atau 22%. Selanjutnya, disusul cabup nomor urut 3 Guntur Ariyadi-Gus Aab dengan perolehan suara 114.206 atau 15,7%. Untuk cabup nomor 1 Sholeh-Dedi Iskandar masih berada di urutan buncit dengan perolehan suara 31.254 atau 4,3%. “Penghitungan suara bagi empat pasang calon bupati masih diproses. Tim kami terus melakukan penghitungan di 247 desa yang tersebar di 31 kecamatan se-Jember,” ungkap M Yasin kemarin. Sementara Sekretaris Tim Sukses Cabup MZA Djalal-Kusen Andalas, M Jufreadi,mengungkapkan mereka yakin Pilbup Jember berlangsung satu putaran.

Berdasarkan hitungan internal Tim Djalal- Khusen pasangan M Soleh-Dedy Iskandar memperoleh 40.222 suara (4,1%), pasangan Bagong Sutrisnadi- M Mahmud sebanyak 210.560 suara (21,6%).Pasangan Guntur Ariyadi- Abdullah Samsul Arifin sebanyak 150.779 suara (15,5%),dan pasangan MZA Djalal-Kusen Andalas sebanyak 571.551 suara (58%). “Kami sudah selesai melakukan penghitungan melalui saksisaksi yang kami tempatkan di masing- masing tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 3.944 TPS,” papar Ketua Fraksi PKNU di DPRD setempat ini. Sebelum saya melanjutkan artikel ini, saya akan memberikan dukungan sitmap untu blog kawan saya:

ilmu rayap



Type Approval Indonesia



Nggo Kontes



Berita Kita



Dunia Berita



Hari™



Berita Terkini



Leak



Type Approval Partnership



Brita Utama



Reuni17



Xipoq



Indonesia Type Approval



SEO Blogger Blogspot



grandong blog



Berita Terkini



Secara terpisah, tim sukses pasangan Bagong Sutrisnadi-M Mahmud, Anugerah Leksmana, mengungkapkan ada tiga cara penghitungan yang dilakukan yakni quick count, real count, dan SMS center, supaya hasilnya valid.“Hingga malam ini, penghitungan masih terus dilakukan dan belum 100% tuntas,” ujarnya. Pasangan M Soleh-Dedy Iskandar memperoleh suara sebanyak 10%,pasangan Bagong Sutrisnadi- M Mahmud memperoleh sebanyak 31,6%, pasangan MZA Djalal-Kusen Andalas sebanyak 38,7%.“Hasil perolehan suara tersebut masih sekitar 3.015 TPS dari total TPS Pilbup Jember sebanyak 3.944 TPS,” urainya.

Kader Partai Demokrat Jember yang juga Ketua Tim Kampanye cabup Guntur, Suprapto, memaparkan mereka terus berkoordinasi dengan basis massanya, baik dari kalangan Demokrat maupun kalangan Nahdliyin. Koordinasi itu untuk mengecek kebenaran proses maupun penyebab cabup Guntur yang perolehan suaranya kurang signifikan.“Kami tunggu hasil resmi dari KPU saja,”ujarnya. Sementara itu, hasil penghitungan yang dilakukan internal Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Jember di 16 kecamatan menyebutkan pasangan nomor urut 1 mendapatkan 20.717 suara, pasangan nomor urut 2 sebanyak 88.794 suara,pasangan nomor urut 3 sebanyak 69.858 suara, dan pasangan nomor urut 4 sebanyak 271.244 suara.

Secara terpisah, Gogot Cahyo Baskoro, salah satu anggota KPU Jember mengungkapkan dari 3909 TPS yang tersebar se-Jember secara umum pencoblosan berlangsung tanpa kendala.Namun, dia masih memaklumi pernik-pernik kecil yang mewarnai Pilbup.“Salah satunya daftar pemilih tetap.Semalam, kami melakukan pantauan Kecamatan Semoro terkait masalah DPT dan bisa teratasi karena ada sebagian warga yang tidak masuk dalam DPT maupun undangan,” urainya. Dia juga turut menyayangkan keterlibatan oknum KPPS dalam insiden pembakaran DPT di TPS 37 Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Sebagai bagian tidak terpisahkan dari penyelenggara pilbup seharusnya petugas KPPS ikut meredam aksi massa maupun provokasi.
READ MORE ~>> Incumbent Diprediksi Kembali Berjaya

Memoles daerah miskin menjadi emas

Miskin, kering, dan terbelakang. Tiga kata itu tepat untuk menggambarkan kondisi Kabupaten Lamongan sekitar 10 tahun silam. Kini, dengan sentuhan tangan dingin Bupati Lamongan Masfuk selama hampir dua periode kepemimpinannya, Lamongan menjelma menjadi daerah yang patut diperhitungkan. Berbagai prestasi gemilang terukir, dari pertumbuhan ekonomi, pariwisata, perdagangan, investasi, pengurangan angka kemiskinan, hingga naiknya indeks pembangunan manusia (IPM). Parameter pembangunan di Lamongan bisa dilihat dari berbagai aspek. Antara lain menurunnya angka kemiskinan.Menurut data Pemerintah Kabupaten Lamongan,jumlah rumah tangga miskin (RTM) turun dari 111.809 tahun 2005 menjadi 84.694 pada 2008, atau turun sekitar 24, 25%.

Ini merupakan angka penurunan kemiskinan tertinggi di Jawa Timur. Selain itu,Lamongan mampu menaikkan peringkat IPM dari kategori menengah bawah menjadi menengah atas. Pada 2006, IPM warga Lamongan hanya 65,99, meningkat 66,72 pada 2007. Data terakhir, 2008,mencapai 67,75.Angka IPM dihitung berkisar antara 0–100. IPM ini menunjukkan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan,dan kesejahteraan masyarakat. Demikian juga pendapatan asli daerahnya (PAD).

Total PAD Lamongan tahun 2009 mencapai sekitar Rp111 miliar.Padahal, pada 2000 lalu, sebelum dipimpin Masfuk,PAD Lamongan sekitar Rp6 miliar. Capaian yang cukup signifikan untuk ukuran daerah sekelas Lamongan. Masfuk, pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), Surabaya,ini ingin membuktikan bahwa kini Lamongan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, sebagai daerah dengan citra miskin. Daerah yang dulunya sangat lekat dengan sebutan miring: ”Ketigo ora iso cewok, rendeng ora iso ndodok (Ketika musim kemarau warganya tidak bisa cebok, bila musim hujan tidak bisa duduk—karena banjir).” ”Itu dulu. Sekarang tidak lagi. Sindiran itu menantang saya untuk mencoba mengatasinya. Sekarang kondisinya tidak seperti itu.

Harapan saya,bagaimana Lamongan ini menjadi daerah yang tidak diejek lagi,tapi justru menjadi daerah yang diminati warga masyarakatnya, juga orang luar,”katanya. Salah satu master piece pembangunan yang cukup fenomenal adalah bidang pariwisata dengan dibangunnya Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo and Cave di wilayah pantai utara (pantura).”Dulu ketika merancang ini (WBL), saya dianggap gila. Bupati aneh. Nggakmungkin. Orang nggak tahu prinsip saya yang tidak bisa dilakukan manusia itu hanya menghidupkan orang mati saja,”urainya. Kini orang dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Lamongan.

Bahkan tidak hanya berwisata,investor lokal maupun asing juga berinvestasi di sana. Adanya WBL itu mendorong perekonomian di sektor lain.Dari tumbuhnya industri-industri kecil seperti kerajinan tangan, warung, sampai tempat parkir bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Kini, jumlah kunjungan WBL mencapai 1,8 juta orang per tahun.

Bahkan, dalam kurun waktu hanya tiga tahun WBL sudah break event point (BEP).”Kini kami tinggal menarik untungnya. Yang kita lakukan itu membuat orang Lamongan terhenyak. Tidak terpikirkan kalau jadinya begitu. Itu bukan hanya mereka,saya sendiri juga surprise!”ungkapnya. PAD kotor dari sektor ini saja bisa mencapai Rp10 miliar per tahun. Namun angka tersebut sebagian masih harus digunakan untuk pengembangan kawasan wisata itu.Sebutlah misalnya pembangunan Maharani Zoo and Cave yang menelan biaya miliaran rupiah.” Kami bisa mendatangkan binatang dari Afrika melalui pesawat. Kalau kami hanya berpikir under developing country, rapatnya saja bisa bertahun-tahun.

Sekarang orang pada kaget karena pengunjungnya bukan hanya dari Jawa Timur,tapi juga Jawa Tengah, luar pulau, Jakarta, semua datang ke sana,”katanya. Menurutnya, investor tidak mungkin bisa tenang jika suasananya tidak aman. Terbukti setelah WBL berkembang pesat investor dalam dan luar negeri berdatangan. Kini di kawasan utara Lamongan berdiri berbagai pusat perekonomian. Ada Lamongan Integrated Shorebase (LIS), pusat pangkalan peralatan perminyakan yang melayani kawasan Indonesia Timur, kata seorang klien pabrik industri. Pembangunan LIS juga menggandeng investor yang uniknya tetap milik pemerintah setempat.”Itu tidak bisa diutakatik,” katanya. Ini merupakan proyek jangka panjang.

Nantinya, seluruh peralatan perusahaan perminyakan dari berbagai negara yang menyuplai kebutuhan industri perminyakan di kawasan Indonesia Timur akan singgah di LIS.”Jadi orang-orang di dunia tahu bahwa di Lamongan itu ada shorebase.Filosofinya sama dengan membangun Jembatan Suramadu. Jembatan Suramadu itu dibangun bukan dengan dilihat berapa satu hari (nilai) karcisnya? Kapan kembali uangnya? Tidak bisa seperti itu. Tapi multiplier effect-nya itu yang harus diperhatikan,” katanya. Di kawasan tersebut juga muncul perusahaan dockingkapal.Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pun membuat laboratorium perkapalan di sana.

Dibangun pula Pelabuhan angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP).Nantinya penumpang kapal yang masuk ke Jawa Timur melalui Lamongan. Kemudian muncul proyek Pelabuhan Ikan Samudera di Kecamatan Brondong.Dari pelabuhan itu ikan dari Lamongan bisa langsung ekspor ke berbagai negara di dunia. Ada juga proyek Pelabuhan Rakyat dan Pelabuhan LIS. Dibangunnya pelabuhan itu secara otomatis akan menumbuhkan perekonomian.”

Kenapa di wilayah utara ini kita buka, saya berpandangan kalau rumah itu terbuka, ada orang masuk. Kalau rumah tertutup, yang di dalam tidak tahu luar,yang di luar tidak mau masuk ke dalam. Semuanya kita buka.Ada perusahaan minyak,pembuatan kapal, juga pelabuhan,”kata Anggota Majelis Pertimbangan Kadin Jawa Timur (2009–2014) ini. Di wilayah selatan,selain dibangun perusahaan sarbitol,juga dibangun Rumah Sakit (RS) Ngimbang. Rencananya juga ada proyek jalan tol. Bahkan dalam perencanaan jangka panjang akan dibangun bandar udara berskala internasional.” Itu luasnya 2.000 hektare. Ini proyek nasional, tapi tempatnya di Lamongan, sehingga harus ada sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten,”katanya. Lalu di wilayah tengah Lamongan dijadikan pusat perdagangan.

Di sana dibangun Plasa Lamongan dan dikembangkannya Pasar Babat.”Infrastruktur jalan dan persediaan air bersih juga kami bangun,”ungkapnya. Kepada Seputar Indonesia,pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI (1999–2000) ini menjelaskan kiat-kiat suksesnya. Apa yang dicapai saat ini tak lepas dari sinergi antara masyarakat dan aparat. Juga sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Dia mencontohkan, di bidang pertanian, selain meningkatkan produktivitas pertanian dengan meningkatkan wawasan petaninya, juga menyiapkan ketersediaan air untuk irigasi dengan mengeruk 167 waduk.”Tekniknya unik. Kita punya alat backhoe, tetapi biayanya oleh masyarakat sehingga partisipasi masyarakat tinggi. Ini teknik mempercepat pembangunan di tengah kekurangan anggaran pemerintah,”katanya. Meningkatnya produktivitas pertanian itu juga dibarengi dengan ketersediaan pasar (market). Sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Timur,Lamongan membangun pasar induk beras.”Surplus padi kami sekitar 673.000 ton. Total produksi hampir 1 juta ton, sekitar 980.000-an ton. Kami selalu mendorong peningkatan produktivitas,juga mendirikan sentra-sentra market,”paparnya.

Sebagai daerah penghasil jagung nomor tiga dan kedelai nomor lima di Jawa Timur,Lamongan juga membangun pasar induk agrobisnis untuk pemasaran palawija. Kini juga sedang digarap pabrik sorbitol di Ngimbang untuk mengolah saripati jagung yang luas pabriknya 80 hektare. Produk jagung nantinya diproses menjadi sorbitol untuk ekspor. Lamongan adalah daerah dekat laut dan banyak lahan tambaknya. Karena itu sektor perikanan juga dapat perhatian khusus. Pusat- pusat perdagangan ikan disiapkan.

Ada pasar ikan hasil tambak, juga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong untuk hasil tangkapan laut.Bahkan kini ada investor dari Malaysia yang masuk untuk membangun pabrik pengolahan ikan (cold storage). Dengan begitu,kata Masfuk, kesejahteraan nelayan akan meningkat karena harga ikan tidak lagi bisa dimain-mainkan tengkulak. Nelayan bisa langsung menjual ikan langsung ke pabrik.”Seluruh aspek yang berkaitan dengan produksi kita sediakan pasarnya.

Produksi oke,marketoke,” urainya. Pejabat yang juga seorang pengusaha ini mengatakan, kunci kelangsungan hidup berkepanjangan, masyarakatnya harus pandai berproduksi, juga pemasarannya.” Kalau produksi saja orang mudah diempas suasana dan keadaan tertentu,”cetusnya. Pria yang pernah menjadi pembina Kadin Jawa Timur ini menambahkan,sebenarnya daerah lain juga bisa dikembangkan karena hampir seluruh wilayah Indonesia subur. ”Kenapa Pakistan dan India selalu bertempur,itu karena berebut Kashmir.Nah,Indonesia itu seluruhnya Kashmir.

Semuanya subur. Itu pikiran saya. Artinya Indonesia ini dalam kacamata saya negara yang besar dan letaknya strategis,”urainya. Kunci sukses lainnya yaitu bagaimana bisa menyosialisasikan program-program pembangunan kepada masyarakat. Dengan begitu,sinergi bisa terbangun. Menurutnya, semua daerah pasti bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.”Filosofi saya, Indonesia kaya raya.

Kita mampu. Kita berprinsip semua manusia itu bisa melakukan apa pun.Yang tidak bisa dilakukan manusia itu hanya satu,menghidupkan orang mati. Allah tidak akan mengubah apa-apa yang ada pada suatu kaum hingga kaum itu mengubah apaapa yang ada pada diri mereka,” katanya menyitir ayat suci Alquran.
READ MORE ~>> Memoles daerah miskin menjadi emas

Sang Naga dari Ladang Jagung

Perjalanan Chris John menjadi bintang tinju dunia sangatlah panjang dan berliku. Bahkan mungkin The Dragon— julukan Chris John—dulu pun tak pernah menyangka akan mendapatkan nama besar di olahraga profesional ini. Dia memulai semuanya dari keadaan serbakurang. Faktanya begitu. Chris mengenal tinju bukan di sebuah gym besar yang dilengkapi alat-alat olah raga modern.

Dia juga tak belajar tinju di bawah asuhan pelatih-pelatih dunia yang punya nama besar dan segudang pengalaman hebat di tinju profesional. Chris memulai itu di tempat seadanya, juga dengan sistem latihan yang sederhana.Dia memulai semuanya di ladang jagung. Berkat ayahnya, Johan Tjahyadi atau Tjia Foek Sem, Chris John mengenal tinju.

Kemampuan dan naluri bertinjunya diasah sang ayah di sebuah lapangan yang dikelilingi ladang jagung di Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Johan memang sangat berambisi menjadikan putranya petinju dunia. Segala upaya dia keluarkan untuk membentuk karakter petinju dalam diri anaknya. Johan adalah mantan petinju amatir di daerahnya. Dia pernah mengenyam prestasi cukup bagus di tinju amatir nasional pada era 1969–1974.

Karena itu, dia ingin mewariskan seluruh kemampuan bertinju kepada anak-anaknya, terutama Chris dan Andrian John, adik Chris. Setiap hari Johan melatih Chris dan Andrian dan beberapa anak warga sekitar pada pukul 15.00 sampai 17.00. Pokoknya Chris dan Andrian, yang dibina sejak berusia 5 tahun, hampir tak punya waktu bermain seperti anak-anak seusianya. Johan benar-benar menanamkan kedisiplinan dan mental berlatih yang kuat, sehingga sang anak akhirnya meraih prestasi di tinju amatir.

Salah satunya Chris, yang saat itu masih siswa SMP Barromeus, Purbalingga, mampu merebut medali emas pada Pekan Olahraga Daerah Jawa Tengah mewakili Kabupaten Banjarnegara. Walau begitu kisah Chris John tetap tak akan menarik jika tidak ada konflik. Keinginan berkarier dan ambisi besar sang ayah menjadikannya petinju besar justru mendapat tantangan keras dari ibu, Maria Warsini. Maria tak rela anakanaknya dipukuli orang, sekalipun dalam arena pertandingan. Apalagi belakangan, dengan dorongan kuat sang ayah, Chris hijrah ke Semarang untuk mengembangkan kemampuan tinju di Sasana Tugu Muda, Semarang, milik Sutan Rambing yang belakangan menjadi pelatihnya di tinju profesional.

Namun setelah Johan meyakinkan tujuannya, barulah istrinya memberikan persetujuan. ”Bapak yang sangat menginginkan saya menjadi petinju. Ibu sebenarnya kurang setuju karena khawatir ada apa-apa dengan anaknya jika berprofesi sebagai petinju,”Chris menuturkan masa lalunya kepada Seputar Indonesia. Pilihan Johan terhadap masa depan anaknya ternyata tak keliru. Apalagi Chris juga memiliki mental dan disiplin dalam hidupnya. Hasilnya juga menjadi luar biasa. Chris mampu meraih prestasi bagus di dunia tinju, kata klien yang mengamati Chris. Menariknya, ketika pertama kali hidup di Semarang, Chris yang meneruskan bersekolah di SMP Pancasila sempat juga banting setir berlatih wushu di sasana Tugu Muda yang kini berubah nama menjadi sasana Bank Buana.

Kebetulan saat menjalani pelatda tinju amatir,dia melihat atlet lain berlatih wushu shanshou di sana. Dia pun ikut berlatih.Apalagi,tekniknya juga hampir sama. Bedanya, dalam shanshou ada tendangan dan bantingan. Yang menarik, di sini pula Chris mengenal Ana Maria Megawati, atlet wushu yang kini jadi istrinya. Sekarang Ana telah memberinya dua orang putri: Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christina. Mungkin dengan dorongan Ana pula Chris lebih banyak berkarier di shanshou. Bahkan dia mencapai prestasi terbaiknya saat merebut medali emas sanshou di kelas 56 kg pada SEA Games 1997 Jakarta.

Chris kemudian memutuskan turun di ring tinju profesional pada 1998. Ternyata itu juga keputusan tepat. Sebab, Chris bukan hanya sebatas juara di tingkat nasional. Dia juga berhasil menjadi juara dunia di kelas bulu (57,1 kg) WBA. Semua itu tentu membawa perubahan besar dalam hidupnya. Petinju yang telah 10 kali mempertahankan sabuk juara secara berturut-turut tanpa putus sejak 2003 ini bukan cuma populer, juga bergelimang harta. ”Orang hanya mengenal saya seperti sekarang ini; sukses, terkenal, dan memiliki banyak uang.

Tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana saya berjuang. Sejak kecil saya digembleng ayah untuk berlatih tinju dan saya hampir tidak mempunyai waktu bermain seperti anak sebaya saya,”ujar Chris dilansir Wikipedia.

Chris yang kini berusia 30 tahun itu sadar betul, waktu kelak akan menggerus kekuatannya di atas ring. Dia tak akan menjadi petinju seumur hidup. Menjadi wajar jika akhirnya, the Dragon (sang Naga) memikirkan nasibnya setelah gantung sarung tinju kelak. Chris tidak ingin nasibnya setelah pensiun seperti mantan juara dunia kelas berat Joe Fraizer dan Joe Louis.

Para petinju yang di masa jayanya memiliki bayaran terbesar itu akhirnya harus hidup dalam kemiskinan di masa pensiun. Dengan bayaran miliaran rupiah sekali bertanding, mungkin bagi sebagian besar orang sudah lebih dari cukup untuk dinikmati di hari tua. Tapi tidak demikian yang ada di dalam benak Chris.

Dengan harta yang dia miliki sekarang, Chris justru berpikir untuk mengelolanya secara benar. Tidak dihambur- hamburkan dengan berfoya-foya. Dia pun membuat rumah kos di Semarang. Selain itu, Chris merintis bisnis usaha warung internet di Kudus yang diberi nama Chris John Net. Istrinyalah yang mengelola kedua usaha sampingan Chris ini. Disebut-sebut Chris juga bercita-cita ingin membangun sport center saat pensiun kelak, selain terobsesi menjadi pelatih dan promotor tinju.

Boleh jadi apa yang dicita-citakan Chris terinspirasi kisah sukses petinju besar Amerika Serikat, Oscar de la Hoya, yang kini menjadi salah satu pengusaha sukses di Negeri Paman Sam lewat firmanya, Golden Boy Promotions. Selain itu petinju berjuluk the Golden Boy ini juga menjadi pemilik saham Houston Dynamo, peserta liga sepak bola di AS.
READ MORE ~>> Sang Naga dari Ladang Jagung

Menjaga Konstitusi Membangun Demokrasi

Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pimpinan yang menganugerahkan penghargaan People of The Year (POTY) 2009 kepada saya. Ucapan terima kasih ini bukan basa basi, tetapi keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Namun, bersamaan dengan itu, bukan berbasa-basi pula jika dalam menerima anugerah ini saya kemukakan dua hal. Pertama, apa yang saya lakukan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga dinilai layak menerima anugerah POTY 2009 ini sebenarnya merupakan hal biasa. Artinya, siapa pun pejabat negara, terutama para penegak hukum, memang harus melakukan seperti yang saya lakukan sebagai hal yang biasa,yakni berusaha untuk berlaku lurus,profesional, berani, dan berintegritas.

Kedua, saya yakin anugerah ini diberikan dalam kedudukan dan kiprah saya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), padahal tampilan kinerja MK merupakan hasil kerja kolektif dari semua unit di lembaga negara tersebut dan bukan merupakan kerja saya pribadi. Sekurang-kurangnya mereka telah dapat bekerja seperti grup simfoni sesuai dengan visi dan kebijakan yang saya canangkan.

Karenanya, penghargaan ini harus diartikan sebagai penghargaan kepada seluruh warga MK yang terdiri atas tiga pilar utama, yakni sembilan hakim konstitusi, kesekjenan, dan kepaniteraan. Saya sungguh berterima kasih kepada seluruh jajaran MK atas ketulusan dan kelurusan kerja selama ini sehingga,karena mereka, saya menerima penghargaan yang bergengsi, tetapi menuntut tanggung jawab ini.

Dalam rangka penyerahan penghargaan ini, meminta saya menyampaikan orasi dengan judul “Menjaga Konstitusi Membangun Demokrasi”. Saya memahami, yang ingin dikatakan dari judul ini adalah bahwa kita telah sepakat mendirikan negara Indonesia di atas prinsip kedaulatan rakyat (demokrasi) dan kedaulatan hukum (nomokrasi) yang adil.

Demokrasi harus diatur atau dipagari secara fairdi dalam dasar-dasar aturan permainan politik, yakni konstitusi sebagai hukum tertinggi agar demokrasi tidak gagal karena bergeser menjadi anarki. Adapun konstitusi harus dibuat melalui proses dan substansi demokrasi.

Yang diperlukan adalah demokrasi yang berdasarkan konstitusi dan hukum berkeadilan yang dijalankan menurut kesepakatankesepakatan dalam konstitusi pula.Dengan demikian, konstitusi harus menjadi tolok ukur dan penjaga pembangunan demokrasi. Adapun MK berfungsi menjaga keseimbangan antara demokrasi dan nomokrasi tersebut melalui berbagai wewenang yang juga diberikan konstitusi.

Abbe Sieyes Emmanuel Joseph Sieyes atau lebih dikenal dengan Abbe de Sieyes,ilmuwan dan ahli pikir hebat kelahiran Prancis yang berkontribusi besar dalam mendesain politik ketatanegaraan Prancis, pernah berkata,“Konstitusi sebagai hukum tertinggi berisi kewajiban-kewajiban untuk dipatuhi dan dilaksanakan, jika tidak ia tidak akan berarti apa pun.” Sekarang ini hampir tidak ada negara yang tidak mengklaim dirinya sebagai penganut demokrasi meskipun Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai sistem yang buruk, bahkan menyesatkan.

Buruk karena rentan akan manipulasi dengan mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan elite-elite penguasa negara. Menyesatkan karena menyerahkan kepada rakyat untuk menentukan pilihan haluan negara. Padahal rakyat umumnya tidak mengerti benar soal itu. Tanpa perlu menyalahkan pandangan dua filsuf besar itu, harus dikatakan bahwa tidak ada sistem politik yang sempurna. Jelajah historis di berbagai belahan dunia ini menunjukkan telah diterapkannya kekuasaan politik dengan sumber legitimasi yang beragam.

Mulai dari kekuasaan yang diperoleh melalui garis keturunan (monarki), klaim sebagai mandat dari Tuhan (teokrasi) sampai dengan yang diperoleh melalui pemilihan umum (demokrasi). Secara teoretis, masing-masing punya argumen yang menunjukkan keunggulannya. Namun, secara empiris tampaknya demokrasi tetap dinilai paling unggul.

Ada adagium tegas bahwa tidak akan ada demokrasi tanpa ada hukum yang tegak dan sebaliknya. Artinya, kualitas demokrasi suatu negara akan menentukan kualitas hukumnya, begitu juga sebaliknya. Ini menunjukkan, prinsip hukum dan demokrasi secara historis terlahir sebagai satu paket yang tak terpisahkan. Di Indonesia, secara kasatmata demokrasi terus mekar. Namun masih ada saja yang berpendapat, demokrasi di negara ini justru stagnan.

Apa gerangan yang terjadi? Setelah ditelisik,ternyata biang keladinya adalah tumbuhnya demokrasi tanpa dibarengi hukum yang tegak. Ini sekaligus mengonfirmasi apa yang pernah dikhawatirkan Plato dan Aristoteles. Pada pemilu-pemilu lalu misalnya, bermunculan para demagog dan pemain-pemain politik baru yang meneriakkan banyak hal. Padahal mereka tidak tahu problem negara dan rakyat sesungguhnya, apalagi cara mengatasinya. Para demagog menebar janji membangun kemakmuran rakyat, menggratiskan pendidikan, menjamin pengobatan dan segala hal yang dibutuhkan rakyat asal dipilih dalam pemilu. Namun setelah terpilih dalam jabatan politik tertentu, mereka tidak dapat berbuat apa-apa, malah mengkhianati rakyat.

Dalam konteks semacam ini, demokrasi menjadi tidak ideal karena sering membiarkan rakyat dan negara dikangkangi para demagog. Yang paling mengerikan dari demokrasi kaum demagog adalah terbentuknya pemerintahan yang terdiri atas orang-orang yang tidak layak memerintah. Kumpulan elite dari hasil pemilu demokratis yang “gagal”menjalankan amanat konstitusi dan janjijanji saat kampanye sehingga gagap menjalankan roda pemerintahan, kata klien yang mengamati hasil pemilu.

Nama yang tepat untuk fenomena itu ialah demokrasi yang cacat (defective democracy), yang mampu membangun mekanisme atau tata cara demokratis, tetapi gagal mengatasi berbagai persoalan pokok rakyat berupa penyejahteraan dan pemakmuran. Kebebasan yang tidak terkendali telah menuntun masyarakat berperilaku liar dan membabi buta.

Ketidak hormatan terhadap hukum semakin menjadi-jadi manakala hukum hanya dipandang secara tekstual dan positivistis menafikan aspek keadilan. Sementara institusi dan aparatur hukum hanya mengedepankan formal justice semata tanpa memedulikan substansial justice sehingga segala sesuatu dilihat dari secara hitam-putih di atas kertas. Itulah problem hukum dan demokrasi di negeri ini. Di satu sisi, jika dilokalisasi, persoalan hukum utamanya disebabkan oleh makin jauhnya hukum dengan keadilan karena produk hukum substansial semakin didesak oleh hukum prosedural. Imbasnya merangsek ke demokrasi, yakni tampilannya yang sebatas prosedural semata.

Sepanjang penelusuran sejarah, telah dapat dibuktikan bahwa negara yang berhasil menerapkan demokrasi adalah negara yang mampu memelihara keseimbangan antara kebebasan,penegakan hukum,pemerataan pendidikan, dan perbaikan ekonomi. Dari empat sokongan itu, dua yang pertama akan memperkuat dua pilar berikutnya. Diperlukan upaya meningkatkan peran dan kualitas demokrasi dari tingkat prosedural ke level substansial.

Artinya, manifestasi demokrasi tidak cukup diukur dari pola-pola konvensional, formal, dan simbolis, tetapi juga secara konkret harus membawa kesejahteraan sosial, ekonomi, politik terhadap masyarakat seluruhnya. Dalam rangka itu, patut dipahami terlebih dulu bahwa sistem demokrasi telah dipilih rakyat berdasarkan keputusan bersama sebagaimana sudah disepakati untuk dituangkan dalam konstitusi. Hal ini menandai bahwa sebenarnya konstitusi suatu negara itu adalah resultante atau produk kesepakatan dari situasi politik, sosial, dan ekonomi pada waktu tertentu. Segala konsekuensi yang timbul baik berkah atau mudarat dari pilihan politik itu merupakan tanggung jawab rakyat secara bersama-sama sebagai pemikul hak dan kewajiban dalam hidup bernegara.

Dengan demikian pula, apa pun hasil yang terkait dengan pilihan terhadap demokrasi harus diterima secara bertanggung jawab, termasuk mengenai pelanggaran-pelanggaran dan efek watak demagog yang timbul dalam pemilu.

Karena itu,sangat penting mewujudkan keseimbangan antara demokrasi dan nomokrasi.Faktor penentu dalam penyelenggaraan kekuasaan adalah hukum.Ini sejalan dengan teori Arus Sibernetika Talcott Parson bahwa dari segi ideal, sistem politik dan ekonomi akan diatur atau dikontrol sistem hukum yang mempunyai informasi lebih tinggi,bukan sebaliknya. Nomokrasi di sini bertalian erat dengan ide kedaulatan hukum atau prinsip hukum sebagai kekuasaan tertinggi atau supremasi hukum.

Penghormatan terhadap hukum adalah inti dari supremasi hukum sekaligus menjadi ciri dari negara hukum. Dengan kata lain, dalam sebuah negara hukum, seluruh permasalahan harus diselesaikan dengan memosisikan hukum sebagai pedoman tertinggi.Adapun untuk pihak- pihak yang merasa dirugikan dalam proses tersebut,hukum juga menyediakan mekanismenya tersendiri, bukan melalui cara-cara yang melecehkan hukum.

Konstitusi kita,UUD 1945, jelas-jelas menganut dua prinsip itu sekaligus,demokrasi (kedaulatan rakyat) dan nomokrasi (kedaulatan hukum).Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Sementara ayat (3) menyatakan negara Indonesia adalah negara hukum. Tanpa upaya penyeimbangan, demokrasi dengan segala euforianya, terutama di masa transisi,berpeluang menjadi liar dan justru membenamkan hukum.

Dalam praktik konkret,fenomena pemberlakuan peraturan daerah (perda) mengenai agama di beberapa provinsi adalah contoh konkret ketidakseimbangan demokrasi dan nomokrasi, bahkan menunjukkan sebagai potensi yang mengancam demokrasi dan nomokrasi. Dikatakan demikian karena perda-perda tersebut tidak mengacu atau berlawanan dengan kaidah hukum yang melandasi pengambilan keputusan yang berlaku di Indonesia.

Sebagai “pilihan politik”dari lembaga politik yang berwenang menetapkannya atas nama bangsa, konstitusi berposisi sebagai hukum tertinggi.Konstitusi sebagai hukum tertinggi menisbatkan bahwa semua produk hukum di negara ini tidak boleh bertentangan dengan konstitusi,apalagi melanggarnya. Untuk itu, sangatlah tepat jika pada perubahan UUD 1945 yang lalu muncul gagasan mengenai perlunya suatu lembaga yang berfungsi untuk mengawal konstitusi sehingga kemudian lahirlah MK.

Peran MK dengan judicialreviewnya merupakan kewenangan yang secara langsung menjaga konstitusionalitas UUD agar norma-norma UUD dilaksanakan dan dipraktikkan dalam setiap aktivitas berbangsa dan bernegara. Mengapa keberadaan judicial reviewdemikian penting? Prinsip utamanya,undang-undang pada dasarnya adalah kristalisasi dari kepentingan-kepentingan politik para pembuatnya. Sebagai produk politik,maka patut diduga di dalamnya terdapat muatan kepentingan yang mungkin saja bertentangan atau melanggar kaidahkaidah konstitusi.

Sesuai prinsip hierarki hukum, tidak boleh isi suatu peraturan undang-undang yang lebih rendah bertentangan atau tidak mengacu pada peraturan di atasnya.Jika oleh MK undang-undang itu kemudian dinyatakan terbukti tidak selaras dengan konstitusi,produk hukum itu wajib dibatalkan. Melalui kewenangan judicial review, MK menjaga konstitusionalitas konstitusi sekaligus turut mengawal politik hukum nasional agar tidak lagi terdapat ketentuan hukum yang keluar dari koridor konstitusi.

Lantas, bagaimana MK menjaga konstitusi sekaligus menegakkan demokrasi melalui kewenangan judicial review? MK sudah mendeklarasikan diri menganut paradigma hukum progresif dan keadilan substantif. Artinya, dalam menjalankan kewenangan judicial review, MK selalu berpatokan dan mengikuti hukum formal sepanjang mampu memberi keadilan. Jika tidak, MK akan menerobosnya, membuat jalan sendiri guna menciptakan rasa keadilan.

Bahkan dengan tegas MK sudah menerapkan prinsip judges made lawdi mana hakim bukan lagi sekadar corong undang-undang. Menukil pendapat John Henry Marrymann tentang strategi pembangunan hukum dalam bukunya The Civil Law Tradition, kini MK menerapkan strategi pembangunan hukum responsif. Dalam strategi itu,hakim diberi kebebasan untuk tak terbelenggu dan boleh keluar dari ketentuan undang-undang guna mencari keadilan serta menciptakan hukum sendiri sehingga produk hukum menjadi responsif.

Dalam hal ini, dibutuhkan hakim yang memiliki kualitas kenegarawanan,tidak memiliki agenda terselubung selain menegakkan keadilan konstitusi. Melalui berbagai putusannya, MK telah mempraktikkan cara memperlakukan hukum yang tidak hanya diukur dari penggunaan logika peraturan, tetapi lebih dari itu, kelayakan sosial (social reasonableness) dan memberi kesejahteraan serta keadilan rakyat. Sebagai contoh bisa dibaca pada putusan MK tentang calon terpilih adalah calon dengan suara terbanyak dalam pemilu legislatif, putusan MK mengenai perselisihan hasil Pilkada Jawa Timur,dan putusan MK yang membolehkan KTP dipakai untuk mencontreng dalam Pemilu Presiden 2009.

Setiap upaya penegakan hukum, termasuk peradilan,harus mempertemukan tiga prinsip, yakni kepastian hukum,keadilan, dan kemanfaatan.Jika ternyata bunyi undang-undang yang dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum ternyata tidak memberi rasa keadilan, maka keadilanlah yang harus diutamakan. Marilah kita tegakkan keadilan di negara kita ini. Sebab, tanpa keadilan,negara kita bisa hancur. Sejarah umat manusia sudah mengajarkan dengan jelas bahwa suatu bangsa dan negara hancur dan pecah berkeping-keping karena keadilan tidak ditegakkan.

Dalam kaitan inilah perlu kiranya kita menyimak apa yang pernah dikatakan Ibn Taymiyyah, "Abadilah eksistensi suatu negara yang diperintah dengan adil meskipun negara itu bukan negara Islam dan musnahlah eksistensi suatu negara yang diperintah dengan tidak adil (zalim) meskipun negara itu bernama negara Islam".
READ MORE ~>> Menjaga Konstitusi Membangun Demokrasi

Manusia Tiga Dimensi yang Berhati-hati

Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD dikenal sebagai manusia tiga dimensi. Dikatakan begitu karena dia adalah sosok luar biasa yang bisa mengecap jabatan penting dan strategis secara berurutan pada tiga cabang kekuasaan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Kendati digelayuti jabatan sedemikian penting,ayah tiga anak ini tidak pernah melupakan tugasnya sebagai pengajar. Bagi tokoh yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang politik hukum pada 2000 ini, dalam usia relatif muda yakni 40 tahun, mengajar memberikan keasyikan tersendiri. Apalagi saat dirinya bisa mempertemukan teori di kampus dan kenyataan praktis di lapangan. Meski disibukkan dengan tugas kesehariannya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, mantan aktivis HMI ini selalu menyempatkan waktu untuk mengajar.

Hingga saat ini tidak kurang dari 20 perguruan tinggi menjadi tempat Mahfud membagi ilmunya. Wajar jika jiwa pendidik sudah mengalir dalam darah Mahfud, sejak kecil dirinya bercita-cita ingin menjadi guru ngaji. Menariknya,mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Kabinet Persatuan Nasional ini tetap konsisten mengajar hukum tata negara terutama politik hukum meski sering dikatakan jurusan hukum tata negara itu kering. Mahfud beranggapan, menjadi pengajar tidak ada urusannya dengan kering dan basah.

Sosok yang meraih gelar doktor dari Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada 1993 ini juga selalu menggunakan uang pribadi ketika harus mengajar. Satu sifat kenegarawanan yang dicontohkan mantan anggota DPR RI ini, walaupun menyandang status sebagai pejabat negara, dia enggan memanfaatkan fasilitas negara untuk urusan pribadi. Hal itu dilakukan dalam rangka kehati-hatiannya agar tidak terjebak dalam situasi ”tersandera”.

”Saya masih ngajar. Tiap minggu pulang, ngajardi Undip, UGM, terutama di UII, dan berbagai kampus lain. Untuk urusan pribadi meski pejabat negara, dalam rangka kehati-hatian saya selalu memakai uang pribadi. Bukan mau sok suci dan sok bersih,”kata Mahfud kepada salah seorang klien anak didiknya. Mahfud mengaku,meski gajinya sebagai pejabat negara sebesar Rp34 juta,dia justru lebih puas menerima honor dari kampus yang 10 kali lipat lebih kecil dari gajinya.”Saya merasa menikmati dari rupiah ke rupiah meski yang saya tanda tangani hanya Rp3,5 juta tapi itu menyenangkan,” tukasnya.

Karena itu,perjalanan karier pekerjaan dan jabatan tokoh yang pernah menjabat sebagai Anggota Panelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada 1997–1999 ini termasuk langka dan tidak lazim karena begitu luar biasa cemerlang.Bagaimana tidak,dimulai dari karier sebagai pengajar (dosen),kemudian secara berurutan bisa menempati sejumlah posisi strategis di tingkat pusat. Di ranah kekuasaan eksekutif karier Mahfud kian cemerlang,ketika pada 1999–2000 didaulat menjadi Pelaksana Tugas Staf Ahli Menteri Negara Urusan HAM (Eselon I B).Lalu pada tahun 2000 dia diangkat pada jabatan Eselon I A sebagai Deputi Menteri Negara Urusan HAM yang membidangi produk legislasi urusan HAM.

Belum cukup sampai di situ, kariernya terus menanjak pada 2000–2001 saat mantan aktivis HMI ini dikukuhkan sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sebelumnya Mahfud ditawari jabatan Jaksa Agung oleh Gus Dur tetapi menolak karena merasa tidak memiliki kemampuan teknis. Selain menjadi Menteri Pertahanan, Mahfud sempat pula merangkap sebagai Menteri Kehakiman dan HAM setelah Yusril Ihza Mahendra diberhentikan Gus Dur pada 8 Februari 2001.

Namun diakui, peran Mahfud sebagai Menteri Kehakiman tidak efektif karena waktu menjabat yang sangat singkat.Dia diangkat menjadi Menteri Kehakiman dan HAM pada 20 Juli 2001 namun Senin,23 Juli,Gus Dur lengser. Sejak itu Mahfud menjadi Menteri Kehakiman dan HAM demisioner. Lantas Mahfud pun ”banting setir”dengan menjajal kekuasaan baru di ranah legislatif. Mahfud memutuskan terjun ke politik praktis dan sempat menjadi Ketua Departemen Hukum dan Keadilan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di awal partai itu dibentuk. Patut diketahui,Mahfud turut membidani partai lahirnya tersebut.

Meski memulai karier di PAN, Mahfud justru tidak meneruskan langkahnya di partai yang dia deklarasikan itu.Dia malah memilih bergabung dengan ”gurunya”,Gus Dur,di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mahfud dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Tanfiz PKB pada 2002–2005. Di dunia politik kiprahnya kian cemerlang.Mahdud terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004–2008, bertugas di Komisi III.

Tapi,sejak 2008 Mahfud berpindah ke Komisi I DPR.Di samping menjadi anggota legislatif, sejak 2006 Mahfud menjadi Anggota Tim Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham). Tak puas di dunia politik, Mahfud pun mencoba ranah yudikatif.Dia menjatuhkan pilihan mengabdi di ranah yudikatif menjadi hakim konstitusi melalui jalur DPR. Selanjutnya pada pemilihan Ketua MK yang berlangsung terbuka di ruang sidang pleno Gedung MK pada 19 Agustus 2008 Mahfud terpilih sebagai ketua untuk periode 2008–2011 menggantikan penjabat sebelumnya, Jimly Asshiddiqie. Dengan berkarier di tiga ranah kekuasaan, hidup Mahfud semakin berwarna.
READ MORE ~>> Manusia Tiga Dimensi yang Berhati-hati

Komik Sederhana dan Logat Madura

Banyak kisah unik di balik sosok Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD. Mulai kisah tentang kenakalannya, kesederhanaannya dalam berpakaian hingga logat Madura yang tidak pernah bisa hilang. Di masa kecil, Mahfud dikenal sebagai anak “nakal”. Namun, jangan berpikir kenakalannya bersifat negatif. Pria yang menyelesaikan pendidikan doktor (S-3) di Universitas Gadjah Mada dengan cepat (2 tahun 8 bulan) ini dikenal suka melanggar tradisi masyarakat.

Sebagaimana diungkapkan salah seorang sahabatnya, Akhmad Minhaji, Mahfud di masa remajanya adalah seorang yang “nakal”karena sering melanggar aturan. Di kalangan keluarga santri di Madura, sudah jamak diketahui bahwa memiliki buku bacaan seperti komik bisa dianggap tindakan pelanggaran dan bahkan dianggap “haram”. Sebab secara tradisi buku bacaan yang diizinkan biasanya buku keagamaan. Namun, Mahfud kecil selalu melanggar aturan ini dan sering mencuri waktu dengan membaca banyak komik.

“Mahfud kecil dulu nakal, dia sering baca komik. Padahal tidak boleh dalam tradisi masyarakat kami pada waktu itu,”Minhaji berkisah. Minhaji merupakan salah seorang sahabat terdekat Mahfud. Mantan Pembantu Rektor I (PurekI) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta itu adalah teman Mahfud sejak duduk di bangku Pendidikan Guru Agama (PGA) Pamekasan Madura. Setara dengan sekolah lanjutan pertama tahun 1970-an. Bahkan Minhaji adalah teman satu kamar di kos-kosan, mulai semasa SMP, pendidikan Hukum Islam Negeri (PHIN, setingkat SLTA) hingga perguruan tinggi. Ketika di PGA dan PHIN, Minhaji juga sekelas dengan Mahfud. Di perguruan tinggi, mereka menjalani kuliah di kampus berbeda, tetapi tetap satu kamar kos.

Mahfud dan Minhaji terpilih sebagai dua anak dari tiga yang terpilih mewakili PGA Pamekasan untuk melanjutkan sekolah ke PHIN Yogyakarta. Karena itu, orang tua Mahfud meminta Minhaji menjaga dan mengawasi polah tingkah Mahfud. Maklum, Minhaji adalah anak kiai di Madura, karena itu orang tua Mahfud sangat memercayainya. Hal ini juga disebabkan Minhaji lebih tua dari Mahfud.“Terkadang dulu kami makan sayur satu mangkuk berdua,”ungkap Minhaji.

Menurut Minhaji, kenakalan Mahfud dalam melanggar aturan tradisi ternyata tidak hanya sebatas membaca komik, kata salah seorang temannya yang akrab di panggil klien. Lulusan strata 1 (S-1) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) serta Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Gadjah Mada Jurusan Sastra Arab ini juga suka menonton ludruk dan ketoprak, seni hiburan yang termasuk tabu di kalangan masyarakat Madura waktu itu. Sebagai sahabat, Minhaji tidak bisa berbuat apa-apa melihat perilaku Mahfud tersebut.

“Ternyata kenakalan Mahfud itu justru berbuah positif bagi dirinya. Sebab komik dan ludruk membantunya memiliki kekayaan imajinasi,”ujar Minhaji yang juga Koordinator Asesor Bidang Agama Badan Akreditasi Nasional untuk perguruan tinggi. Mahfud, kata Minhaji, juga dikenal sebagai orang yang jarang berpakaian rapi. Dia selalu tampil apa adanya. Pendek kata, Mahfud tidak pernah memusingkan diri dengan soal kerapian berpakaian. Namun, kebiasaan itu sontak berubah ketika Mahfud mulai berkenalan dengan Zaizatun Nihayati (Yatie), teman satu kampusnya di UII yang kelak menjadi istri dan ibu dari tiga orang anaknya. Mahfud yang sebelumnya sering mengenakan baju tidak disetrika, begitu kenal Yatie langsung tampil perlente. “Dulu, baju dia (Mahfud) tidak pernah disetrika. Tapi,s etelah ketemu Yatie, dia mau berubah dan menggunakan baju yang sedikit rapi,”papar Minhaji.

Ya, kedekatan Mahfud dan Minhaji sebagai sahabat tak lekang dimakan waktu dan usia. Hingga kini, Ketua MK ini masih sering bertemu dengan Minhaji baik untuk silaturahmi atau curhat. Ketika sedang mengalami masalah atau depresi, biasanya Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini datang ke rumah Minhaji,sahabatnya. Mahfud datang biasanya hanya dengan diam, duduk di ruang tamu, tidak berkata apa-apa.

Gelagat ini sangat dikenali Minhaji bahwa sahabatnya itu sedang banyak pikiran. Kalau sudah begitu, Minhaji pun sering membiarkan apa yang dilakukan Mahfud. Setelah merasa tekanan pikirannya reda, kemudian Mahfud beranjak pergi dari rumah Minhaji. “Dia sering seperti itu. Hanya datang duduk, diam, terus kemudian pergi pamitan. Saya pun tidak berani menanyakan masalah yang dia hadapi,”papar Minhaji.

Meski demikian, Minhaji tak henti-hentinya selalu mengingatkan Mahfud agar pria kelahiran Sampang 13 Mei 1957 ini untuk amanah dengan jabatan yang diembannya saat ini. Untuk itulah Minhaji dan kawan-kawan Mahfud lainnya selalu mengingatkan Mantan Menteri Kehakiman dan HAM ini untuk berhati-hati agar tidak terjebak dalam perilaku korupsi. “Saya selalu berkata kepadanya, ‘Fud saya akan bangga kalau kamu tidak korupsi’,”ujar Guru Besar Bidang Hukum UIN Sunan Kalijaga itu.

Satu lagi,ciri khas lain dari Mahfud MD yang tidak bisa hilang adalah logat Madura. Menurut Malik Madani, senior Mahfud di kampus yang juga sering dianggap sebagai penasihat spiritualnya, Mahfud sulit untuk menghilangkan logat Maduranya. Padahal sebagai tokoh nasional yang memiliki kolega serta jaringan nasional dan internasional, seharusnya ketika berbicara Mahfud tidak lagi kental dengan logat Madura.

Lantas, bagaimana sosok Mahfud di mata istrinya, Yatie? Yatie mengatakan bahwa suaminya sejak dahulu menjadi pribadi yang menyenangkan orang. Mahfud juga orang yang sangat disiplin. Dia tidak pernah terlambat mengajar di UII.“Dia tidak pernah korupsi waktu, jika mengajar selalu datang lebih awal. Begitu juga di acara lain,”cerita Yatie.

Sebelum menjadi pejabat negara dan tinggal di Yogyakarta, Mahfud selalu meluangkan waktu magrib untuk salat bersama keluarga. Kini walaupun waktunya tidak seleluasa dulu, Mahfud tetap sering berkumpul di waktu luang.
READ MORE ~>> Komik Sederhana dan Logat Madura
 
Copyright © 2015 Update Info All Rights Reserved