Rasa ketidakpuasan

Rasa ketidakpuasan atas vonis tujuh tahun yang dijatuhkan kepada terpidana kasus korupsi pajak Gayus Halomoan Tambunan masih disuarakan.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan, vonis tujuh tahun ini memang jauh dari rasa keadilan masyarakat. Namun, jika melihat kasus yang dijeratkan, hukuman itu pantas diberikan.

Seperti diketahui, vonis yang dijatuhkan hakim pada 19 Januari lalu terkait kasus korupsi pajak PT SAT Rp 570 juta. Vonis tujuh tahun bukan akhir segalanya bagi Gayus. Menurut Emerson, masih ada sederet kasus yang menantinya.

"Dilihat dari aspek rasa keadilan masyarakat, vonis itu memang mengecewakan, tapi dari kasusnya kecil. Ini kan kasus PT SAT yang Rp 570 juta. Vonis ini bukan akhirnya segalanya," kata Emerson dalam diskusi Polemik Setelah Vonis Gayus di Jakarta, Sabtu (22/1/2011).

Saat ini Gayus berstatus tersangka untuk beberapa kasus, di antaranya kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang atas kepemilikan aset Rp 28 miliar dan Rp 75 miliar, kasus dugaan pemalsuan paspor, dan kasus dugaan suap petugas rumah tahanan.

Anggota Komisi III, Martin Hutabarat, berharap, kepolisian harus mampu menunjukkan profesionalitas dalam menindaklanjuti serentetan kasus Gayus yang kini menantinya.

"Proses hukum jilid kedua untuk Gayus agar segera diproses. Kalau polisi ngotot, dia harus ganti semua penyidiknya karena kemarin (kasus sebelumnya) kita lihat belum kredibel," kata anggota Fraksi Partai Gerindra ini.
READ MORE ~>> Rasa ketidakpuasan

Menlu AS Hillary Clinton

Menlu AS Hillary Clinton menyebut perempuan Yaman berusia 10 tahun, Nujood Ali, sebagai pahlawannya. Dia mengatakan itu di Sana’a, Yaman, Selasa (11/1/2011), saat berkunjung ke Yaman.

Siapa Nujood Ali? Dia adalah gadis belia yang dua tahun lalu dipaksa menikah dengan pria tua, hal yang biasa terjadi di Yaman. Dia dipaksa orangtuanya menikah dan terpaksa tidak bersekolah lagi.

"Saya ingin menegaskan bahwa salah satu pahlawan saya adalah Nujood Ali, yang bersama kita hari ini. Dia adalah salah satu dari para perempuan muda yang masih ingin melanjutkan sekolah," kata Hillary.

Pernyataan Hillary terkait dengan keberanian Nujood Ali hadir di pengadilan didampingi pengacara hak asasi manusia, Shada Nasser. Pengadilan memutuskan Nujood Ali bercerai dari pria itu, sesuatu yang dianggap bersejarah di Yaman.

"Hari ini Nujood kembali bersekolah. Saya melihatnya sebagai sebuah sumber inspirasi," kata Hillary lagi.

Kisah Nujood Ali menjadi inspirasi bagi pembuat film Yaman, Khadeja Sallami, yang mengisahkan Nujood Ali.

Pada November 2008 majalah Glamour menetapkan Nujood Ali dan Nasser sebagai "Perempuan-perempuan Tahun Ini". Di dalam daftar itu juga terdapat nama Condoleezza Rice dan Hillary.

Perhatian dunia

Kisah Nujood Ali mengundang simpati dunia dan menjadi perwakilan dari perlawanan sejumlah perempuan belia Yaman, yang tidak ingin menikah dini.

Nujood Ali masih beruntung. Berdasarkan informasi dari situs CNN, juga ada gadis belia lain bernama Reem al-Numeri berusia 14 tahun yang belum lama ini bercerai. Dia dipaksa menikah oleh orangtuanya saat berusia 11 tahun dengan sepupunya yang berusia 22 tahun. Namun, setelah bercerai, dia menjadi seorang yang dikucilkan tanpa dukungan suami dan orangtua.

Juga ada kisah gadis Yaman lain berusia 12 tahun, yang berdasarkan situs CNN meninggal akibat pendarahan tiga hari setelah "malam pertama".

Kembali ke kisah Nujood Ali, nasibnya menjadi inspirasi bagi peluncuran rancangan undang-undang perkawinan, yang mengharuskan wanita menikah pada usia minimal 17 tahun. Hal itu juga didukung ulama, yang menegaskan bahwa pernikahan dini seperti itu tidak agamis.

Nujood Ali terkenal karena perlawanan dan penolakan tidur bersama suami. Namun, dia mengatakan sempat disiksa karena menolak. Setelah menjadi perhatian dunia, dia merasa nasibnya tidak lebih baik. Demikian catatan online Sarto tentang Menlu AS Hillary Clinton.
READ MORE ~>> Menlu AS Hillary Clinton

Pengadaan buku SD

Pengadaan buku SD senilai Rp5,8 miliar di Kabupaten Gresik diprotes peserta lelang. Ada dugaan,panitia lelang sekadar menggugurkan kewajiban. Sejatinya, panitia telah menunjuk rekanan proyek dana alokasi khusus (DAK) tersebut. Protes disampaikan oleh Direktur PT Panca Karya Jhoni Baskoro. Kepada wartawan, Jhoni menyebutkan bahwa aroma adanya permainan dalam lelang proyek pengadaan buku ini cukup kuat.

Ini bisa dilihat dari sikap panitia yang tidak menanggapi surat sanggahannya atas pemenang lelang. Padahal sesuai ketentuan, panitia harus menjawab sanggahan tersebut. “Lima hari kerja itu kan masa sanggah.Namun, sanggahan kami tidak dijawab. Inti sanggahan, kami meminta agar diadakan tender ulang karena proses tender menyimpang dari ketentuan,” ungkapnya kemarin.

Proyek pengadaan buku pengayaan, buku referensi,dan buku panduan SD semula pagunya Rp5,8 miliar.Nah,dalam proses lelang penawaran PT Alfath Putra memenangkan tender dengan penawaran Rp5.183.200.000. Sementara PT Panca Karya dengan penawaran terendah, yakni Rp4.653.100.000, berada di urutan kedua. Jhoni menduga kuat panitia lelang memainkan lelang proyek dari DAK 2010 tersebut. Pasalnya, sanggahan yang dikirimkan ke panitia lelang sampai hari ini tidak mendapat jawaban.“Saat kami lakukan klarifikasi ke panitia, mereka mengaku sudah memberi jawaban. Namun saat kami tanyakan bukti, jawabannya tidak ada.

Tibatiba panitia minta maaf karena keteledoran panitia,”ungkapnya. Selain itu, meski proses lelang belum tuntas karena sanggahannya tidak diberi jawaban oleh panitia lelang, proyek tersebut anggarannya sudah dicairkan. Padahal, proses lelangnya baru dilakukan. “Kabarnya dana tersebut sudah dicairkan.Padahal, panitia tidak melakukan mekanisme pelelangan. Kesalahan ini tidak cukup hanya untuk minta maaf karena menyangkut aturan main proyek yang menggunakan anggaran negara,” tandasnya. Bukan hanya protes, Direktur PT Panca Karya asal Sidoarjo itu pun berencana melaporkan panitia lelang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. Sebab, dia merasa dipermainkan oleh panitia karena sebagai penawar terendah justru dikalahkan.

“Kami meyakini ada konspirasi antara panitia lelang dan pimpro dengan pemenang tender,” katanya dengan nada geram. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Wanda Metini Hariadji saat dikonfirmasi menolak disebut mempermainkan lelang. Sebab,proses lelang tersebut sesuai ketentuan sehingga tidak ada yang dipermainkan.“Itu tidak benar.Kami sudah melakukan proses lelang sesuai ketentuan. Kalau terkait sanggahan dan pemenang terendah, itu tidak benar. Kami punya dokumennya, demikian catatan online Sarto tentang Pengadaan buku SD.
READ MORE ~>> Pengadaan buku SD
 
Copyright © 2015 Update Info All Rights Reserved