Ratusan perusahaan jasa wisata

Ratusan perusahaan jasa wisata di Sulsel disinyalir beroperasi ilegal. Berdasarkan data Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA) Sulsel,300 usaha travel yang beroperasi dinyatakan tidak berlisensi. Padahal, persyaratan utama penerbitan izin usaha adalah lisensi dari ASITA melalui uji kelaikan usaha. Akibatnya, peluang terjadinya penipuan terhadap wisatawan, khususnya mancanegara dalam pembelian paket wisata, kerap terjadi. Ketua ASITA Sulsel Irham Ilyas menuturkan, kebanyakan usaha travel tersebut ditemukan beroperasi secara online.

Mereka menawarkan berbagai paket tur wisata dan penjualan tiket melalui internet. Parahnya lagi,usaha ini berani beroperasi di sejumlah daerah dengan hanya mengantongi izin pemda setempat. Selain itu,travel ilegal tidak memiliki kantor cabang di Sulsel dan sistem operasional mayoritas memanfaatkan kekerabatan dalam penjualan paket serta tiketnya. Utamanya, bagi usaha travel yang membuka penawaran haji dan umrah yang ada di kabupaten/kota.

“Banyak usaha travel di Sulsel bermasalah,mulai tidak jelasnya paket wisata yang ditawarkan hingga melakukan penipuan ke calon wisatawannya,utamanya yang menawarkan paket dengan sistem online,” kata dia di DPRD Sulsel. Irham Ilyas mengatakan, di Sulsel, sesuai data yang ada di ASITA baru sekitar 153 usaha travel yang memiliki lisensi dan beroperasi resmi. Ratusan lainnya beroperasi ilegal dan sulit ditertibkan. “Kami memang terkendala terhadap adanya kewenangan daerah mengeluarkan izin biro usaha travel di daerah mereka, padahal seharusnya ada koordinasi ke ASITA.

Karena itu, sangat diharapkan DPRD bisa mengakomodasi dalam raperda kepariwisataannya supaya mengatur kewenangan perizinan itu,”tandasnya. Dia memaparkan,dari 24 kabupaten/ kota, hanya Kota Makassar yang dinilai menerbitkan izin usaha travel berkoordinasi dengan ASITA. Sisa kabupaten lain terkesan semaunya. Irham mengungkapkan, jika penerbitan izin travel diperketat dengan menerbitkan perda, Pemprov Sulsel bisa dipastikan mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari penerbitan usaha tersebut Rp1 juta setiap satu izin yang dikeluarkan. Kepala Unit Polisi Pariwisata Polda Sulsel AKP Zarkoni mengungkapkan, tahun lalu pihaknya menemukan banyaknya penipuan jasa travel melalui website biro travel fiktif.

Dia mencontohkan,pada Maret dan April saja, ditemukan ada dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Jerman dan Italia yang mengaku kena tipu USD559 dan USD260.Itu terkait dana yang telah ditransfer ke salah satu travel di Sulsel saat membeli paket wisata di Sulsel secara online. “Kejadian ini sebenarnya bisa diantisipasi bila saja Dinas Informasi dan Komunikasi bekerj asama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memblokir situs website biro travel yang memang tidak berlisensi,”papar dia. Demikian catatan online Sarto tentang Ratusan perusahaan jasa wisata.
READ MORE ~>> Ratusan perusahaan jasa wisata
 
Copyright © 2015 Update Info All Rights Reserved