memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada

Dengan harga minyak yang kian tinggi, Indonesia seharusnya memaksimalkan produksi dengan cara memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas.

Demikian paparan Direktur Energy and Power System Forst and Sullivan Asia Pasifik Subramanya Bettadapura dalam temu media bertema " Prediksi Industri Energi Indonesia 2011", Rabu (30/3/2011) di Jakarta.

Menurut Subramanya, Indonesia harus memaksimalkan produksi dengan mengoptimalkan sumur-sumur migas yang ada, termasuk sumur tua yang masih banyak jumlahnya dan potensial untuk dieksploitasi. Hal ini diikuti peningkatan eksplorasi untuk menemukan agar pertumbuhan produksi migas bisa berkelanjutan.

Tingginya permintaan terhadap migas secara global akan memicu naiknya harga minyak di pasar dunia. Konflik yang kian memanas di Timur Tengah dan Libya, serta berlimpahnya persediaan di Amerika Utara, juga akan memengaruhi harga minyak.

"Meski demikian, pasar migas tidak terpengaruh oleh kondisi pasar secara global karena banyaknya sumber-sumber lain sebagai alternatif," ujarnya.

Dengan situasi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini, harga minyak diperkirakan terus meningkat dan mencapai 120 dollar AS per barrel dalam dua bulan ke depan. "Tren harga minyak dunia masih terus naik," kata dia.

Secara umum, menurut Subramanya, ada beberapa skenario harga minyak yang dipengaruhi perkembangan situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Skenario terburuk adalah jika krisis politik meluas hingga ke Arab Saudi maka harga minyak akan melonjak hingga 175 dollar AS per barrel. Demikian Update Info tentang memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada.
READ MORE ~>> memaksimalkan sumur-sumur migas yang ada

Ciherang plus

Penggunaan benih padi varietas inpari 13 atau yang juga dikenal dengan nama ciherang plus diyakini mampu menekan potensi kehilangan hasil padi hingga 2,07 persen, terutama kehilangan hasil saat panen padi dan perontokan. Dengan begitu, petani yang menanam inpari 13 bakal mendapatkan tambahan penghasilan hingga Rp 496.000 per hektar.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Haryono, Rabu (30/3/2011) di Jakarta, mengungkapkan, saat ini tanaman padi yang ditanam petani didominasi varietas ciherang. "Dari total luas panen padi Indonesia 12,8 juta hektar, 47 persennya adalah padi varietas ciherang," katanya.

Di luar ciherang, banyak jenis varietas yang dibudidayakan petani, seperti IR-64, cisadane, dodokan, ciliwung, cibodas, way apo buru, pandan wangi, rojolele, situbagendit, mekongga, dan masih banyak lagi baik varietas yang dirilis secara nasional maupun lokal.

Banyaknya petani menanam padi varietas ciherang karena tanaman padinya memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, produktivitas tinggi, umur pendek, dan rasa nasi pulen, serta tahan terhadap serangan wereng coklat biotipe 2 dan agak tahan biotipe 3.

Setelah lebih dari lima tahun mendominasi pasar, varietas padi ciherang berpotensi tergusur inpari 13. Keunggulan inpari 13 dari ciherang, antara lain, karena umurnya pendek, hanya 103 hari sudah panen, produktivitas tinggi, rasa nasi pulen, serta tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2 dan 3.

Meski produktivitas di lahan uji yang dicapai maksimal 8 ton gabah kering giling per hektar, saat petani menanam inpari 13, produktivitasnya bisa mencapai 10,4 ton GKG.

Keunggulan lainnya, tanaman padi varietas inpari 13 tidak mudah rontok. Bila padi varietas IR-64 hanya perlu 3-4 kali kebutan sudah rontok, inpari 13 perlu 8-12 kali. Karena tak mudah rontok, inpari 13 mampu mencegah terjadi tingkat kehilangan hasil bagi petani pada saat panen sebesar 1,34 persen dan saat perontokan 0,73 persen.

Dengan kata lain, untuk setiap panen 8 ton GKG, tambahan produksi padi petani bisa mencapai 165,6 kilogram GKG Rp 496.800 per hektar dengan asumsi harga per kilogram GKG Rp 3.000. Demikian Update Info tentang Ciherang plus.
READ MORE ~>> Ciherang plus

Samsat Drive Thru

Setelah membuka Samsat Drive Thru di Kota Makassar, Parepare, dan Kabupaten Gowa, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel berencana membuka layanan yang sama di empat kabupaten. Empat daerah tersebut, yakni Kabupaten Wajo, Sidrap, Bone, dan Toraja. Kepala Dispenda Sulsel Arifuddin Dahlan mengungkapkan, penambahan Samsat Drive Thru dilakukan guna memaksimalkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB), yang selama sistemnya masih mengadopsi manual alias pelayanan di kantor Samsat. “Empat drive thru ini akan melengkapi drive thru yang sudah dibangun di Makassar, Parepare, dan Gowa.

Dengan pelayanan ini masyarakat diharapkan semakin mudah membayar pajak,” ungkapnya kepada media massa di DPRD Sulsel, kemarin. Untuk membangun satu unit drive thru, dibutuhkan anggaran Rp150 juta. Dana tersebut dipakai membangun fisik kantor dan memasang perangkat pembayaran sistem online yang terhubung ke kantor pusat di Makassar. Karena itu, secara bertahap wilayah yang cukup banyak wajib pajaknya dulu yang disasar untuk itu.

Sisanya akan menyusul karena memang sudah menjadi target memasang jaringan online di seluruh kantor Samsat yang ada di 24 kabupaten/kota minus Toraja Utara (Torut). “Kami sudah memaksimalkan sarana penunjang yang ada untuk menagih wajib pajak. Termasuk mengoperasionalkan satu unit mobil Samsat keliling di seluruh kabupaten,” papar dia. Program ke depan tak hanya sistem online yang direncanakan, tapi juga akan membuka layanan pembayaran melalui perbankan atau sistem payment.

Juni mendatang,akan diluncurkan sistem administrasi kesamsatan (sipamor). Di sisi lain,terkait tudingan DPRD yang menyatakan Samsat di kabupaten tidak berfungsi maksimal, ditampiknya. Sebaliknya, dengan sejumlah program yang diluncurkan itu, sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan. “Saat ini kami berupaya memilah- milah 1,2 juta wajib pajak yang di antaranya ditemukan menunggak sesuai temuan BPK tahun ini mencapai Rp102 miliar lebih.

Dari jumlah itu, tidak semuanya bisa dimasukkan ke kas daerah, bergantung lama tunggakannya,” tandasnya. Sekretaris Komisi C Ariady Arsal menilai, pelayanan Samsat Dispenda di kabupaten belum maksimal. Itu ditandai dengan masih banyaknya wajib pajak yang sulit tertagih, khususnya yang berada di daerah terpencil. Demikian Update Info tentang Samsat Drive Thru.
READ MORE ~>> Samsat Drive Thru

Achmad Mubarok

Anggota Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Achmad Mubarok, menyatakan pemberitaan Aljazeera yang menyebutkan bahwa 'purnawirawan jenderal senior' secara rahasia mendukung kelompok Islam garis keras untuk menumbangkan kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak perlu ditanggapi serius.

“Itu berita tidak valid, di atas kertas saja. Soalnya, nama-namanya [yang disebutkan] tidak signifikan,” kata Mubarok, Kamis, 24 Maret 2011.

Lagi pula, Mubarok menambahkan, apabila isi pemberitaan itu benar, suara orang-orang yang disebutkan dalam berita, sama sekali tidak merepresentasikan kepentingan masyarakat Indonesia.

“Itu hanya ekpresi semangat, pikiran usil, tetapi tidak realistis dan strategis,” kata Mubarok. “Itu hanya utopis dari orang-orang yang tidak membumi.”

Lebih jauh dia mengungkapkan bahwa Partai Demokrat yang dipimpin Presiden Yudhoyono juga tidak menemukan indikasi akan adanya kudeta terhadap pemerintah sebagaimana yang ramai diberitakan media massa.

"Kalaupun selama ini ada yang keras, kan orang-orang itu cuma diomongan doang," katanya.

Mubarok sepakat dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, yang menyatakan bahwa kudeta itu hanya gosip dan mustahil terjadi karena Indonesia merupakan negara mengagungkan demokrasi. "Aya-aya wae,” kata Mubarok menirukan ucapan Djoko.

Aljazeera edisi Selasa malam 22 Maret menurunkan laporan eksklusif tentang 'purnawirawan jenderal senior' yang secara rahasia mendukung kelompok Islam garis keras menumbangkan kekuasaan Presiden Yudhoyono.

Termasuk, merancang penyerangan 1.500 orang di Cikeusik, Pandeglang, Banten yang menewaskan tiga jemaah Ahmadiyah secara tragis. Diduga kuat, kata Al Jazeera, penyerangan ini sistematis.

"Jenderal ini menggunakan grup garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis," demikian laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen dalam rekaman Al Jazeera. Demikian Update Info tentang Achmad Mubarok.
READ MORE ~>> Achmad Mubarok

Pola teror bom buku

Pola teror bom buku yang tengah tren saat ini sejatinya bukan barang baru. Dulu kelompok Cimanggis pernah menerapkan strategi serupa untuk menyelamatkan Noordin M Top dari kejaran polisi.

“Tapi saat itu tidak dalam bentuk bom buku, seingat saya pada 2004-2005. Kalau bentuk buku baru kali ini,” ujar pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI) Andi Widjajanto kepada media massa di Jakarta, Senin (21/3/2011).

Upaya kelompok Cimanggis kala itu, sambung Andi, cukup sukses untuk mengalihkan perhatian polisi yang semula fokus memburu Noordin M Top. Yaitu dengan cara melakukan teror bom secara acak.

“Bukan bom bunuh diri tapi paket-paket bom yang saat itu diduga untuk memberikan ruang gerak kepada Noordin M Top, untuk pengalihan konsentrasi polisi,” bebernya.

Andi tidak menyalahkan polisi yang dituding lamban dalam menangani teror semacam ini. Pasalnya jenis bom buku mudah diproduksi dan banyak individu yang memiliki kemampuan merakitnya.

“Pencegahan dini sulit karena pelakunya sulit dilacak. Semua orang yang belajar tingkat dasar mampu membuatnya,” katanya.

“Beda dengan bom Noordin, teknologi rumit dan bahannya juga campuran. Jadi ada ciri khasnya, dan lebih mudah untuk dilacak,” tandasnya. Demikian Update Info tentang Pola teror bom buku.
READ MORE ~>> Pola teror bom buku

Situasi serupa di Irak

Teror bom yang marak di Tanah Air akhir-akhir ini mengingatkan pada situasi serupa di Irak. Bedanya, di sana ancaman bom betul-betul diwujudkan untuk mempertegas eksistensi para gerilyawan.

“Polanya hampir sama, di tempatkan di lokasi-lokasi terbuka tanpa sasaran khusus. Pola ini bisa dilihat dengan mudah di Irak, terutama di kota-kota yang menjadi basis kelompok anti pasukan koalisi,” ungkap pengamat intelijen Universitas Indonesia (UI) Andi Widjajanto kepada media massa di Jakarta, Senin (21/3/2011).

Andi mengungkapkan kekhawatiran Indonesia bakal menjadi Irak kedua bukan tanpa alasan. Apabila teror bom terus mendera sementara polisi tak kunjung berhasil menangkap pelakunya situasi penuh ketakutan akan benar-benar tercipta di Indonesia.

Persis seperti di Irak di mana masyarakat senantiasa dihantui ketakutan ledakan bom dan tim gegana kewalahan menangani teror bom. “Itu yang dikhawatirkan, karena paket bom buku sangat mudah di duplikasi,” urainya.

Teror bom di Indonesia bermula di Utan Kayu beberapa waktu lalu. Insiden itu kemudian disusul bermunculannya paket bom di rumah Ahmad Dhani, perumahan Kota Wisata, serta sejumlah lokasi lain. Tak hanya di Ibu Kota dan sekitarnya, teror bom pun bergulir ke sejumlah daerah. Demikian Update Info tentang Situasi serupa di Irak.
READ MORE ~>> Situasi serupa di Irak

Dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat

Mabes Polri meminta agar media massa tidak meliput peristiwa ketika Tim Gegana meledakkan bom. Pasalnya, peliputan tersebut dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kalau memang hal ini kurang baik di mata masyarakat kami menyarankan kepada media untuk tidak menyorotinya pada saat peristiwa itu (ancaman bom) terjadi," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Senin (21/3/2011).

Menurutnya, peliputan oleh media massa tidak perlu ditunjukkan karena faktor keamanan dan keselamatan. "Jadi itu salah satu langkah yang dilakukan petugas kami,” tandasnya.

Jika ancaman bom terjadi, polisi akan membawa paket yang dicurigai tersebut ke tempat yang aman dan di bawa ke Markas Brimob tanpa harus diliput media. "Kami akan bawa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," tandas Boy.

Sebelumnya, Psikolog Massa Universitas Padjajaran Zainal Abidin menilai, media massa dinilai turut andil atas terjadinya teror akhir-akhir ini yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Media massa sebenarnya berperan dalam teror akhir-akhir ini. karena berita teror ini selalu ditampilkan, sehingga membuat masyarakat cemas," ujar Zainal Abidin beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembuat teror adalah si pembuat pesan. Jadi oleh sebab itu, media bisa dikatakan sebagai pembawa teror. "Bicara teror adalah bicara si pembuat pesan yang membuat pesan teror," ungkapnya.

Menurut dia, si pembuat teror saat ini sudah sukses membuat kepanikan pada masyarakat, bahkan hingga tingkatan ibu rumah tangga. "Pelakunya mungkin sekarang tertawa senang, karena misinya berhasil,” pungkasnya. Demikian Update Info tentang Dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.
READ MORE ~>> Dinilai semakin menimbulkan keresahan di masyarakat

Kabar duka kembali datang dari Kompleks Parlemen

Kabar duka kembali datang dari Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Rudi Sindapati meninggal dunia di usia muda.

Kara tersebut diperoleh media massa, Minggu (20/3/2011). Belum jelas apa penyebab meninggalnya Rudi yang baru berusia sekira 40 tahun itu.

Rudi pergi menyusul Adjie Massaid, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yang baru meninggal dunia sekira satu bulan lalu. Adjie yang baru berusia 46 tahun diketahui meninggal dunia karena mengidap jantung koroner. Demikian Update Info tentang Kabar duka kembali datang dari Kompleks Parlemen.
READ MORE ~>> Kabar duka kembali datang dari Kompleks Parlemen

Kebijakan tim gegana langsung meledakkan paket mencurigakan

Kebijakan tim gegana langsung meledakkan paket mencurigakan di beberapa tempat menuai kritik. Tidak semestinya mereka gegabah dan langsung meledakkan paket tersebut.

“Sebelum diledakkan, ada baiknya dideteksi dulu, sidik jarinya diidentifikasi kemudian dicari karwakter dari bom itu,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada media massa di Jakarta, Minggu (20/3/2011).

Pendapat serupa juga disampaikan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar. Kebijakan tim gegana meledakkan paket yang belum tentu mengandung bahan peledak hanya akan membuat publik semakin takut. Apalagi peledakan paket dilakukan di tempat terbuka dan bisa diekspos media.

“Protapnya memang harus diatasi, tapi kalau ditampilkan di media itu tidak ada, hal yang seperti ini disebarluaskan kan malah membuat orang jadi takut,” ungkapnya.

Bambang berharap agar aparat juga memperhatikan psikologi publik. Yaitu dengan cara memfilter informasi tertentu yang belum perlu disampaikan.

“Tidak perlu show, karena ini akan memberikan efek ke masyarkat. Itu kan jadi question tag? Kalau ada peristiwa yang mengerikan harus dijaga, jangan sampai di cover secara telanjang,” tandasnya. Demikian Update Info tentang Kebijakan tim gegana langsung meledakkan paket mencurigakan.
READ MORE ~>> Kebijakan tim gegana langsung meledakkan paket mencurigakan

Teror bom bertubi-tubi

Teror bom bertubi-tubi belakangan ini salah satunya disinyalir bertujuan mempermalukan institusi kepolisian. Dengan maraknya ancaman bom secara otomatis kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan merosot.

Namun situasi ini tak lepas dari kinerja kepolisian sendiri yang kurang maksimal dalam mengendalikan keamanan dan ketertiban.

“Karena ada kecerobohan di Utan Kayu sehingga memicu orang-orang iseng untuk lebih mempermalukan polisi. Itu yang kami lihat. Kalau kemarin polisi tak ceroboh mungkin orang-orang iseng ini tak terlalu bersemangat untuk mempermalukan polisi,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada media massa di Jakarta, Minggu (20/3/2011).

Upaya mempermalukan kepolisian, lanjut Neta, bisa dilihat dari paket-paket bom susulan di berbagai wilayah yang berisi sepatu, pakaian bekas, boneka, dan pipa. “Itu kan kerjaan orang iseng. Mungkin dulu dia pernah berurusan dengan polisi dan kecewa lalu ingin membalas,” terkanya.

Neta menyakini maraknya teror bom akhir-akhir ini tidak lepas dari sikap latah rakyat Indonesia. Dari sekian ancaman bom baru dua yang teridentifikasi mengandung bahan peledak. Yaitu bom di Utan Kayu dan Perumahan Kota Wisata, Cibubur.

“Kenapa teror bom marak? Karena ada semacam sikap latah di masyarakat. Sama seperti setelah ada bom di JW Marriott. Banyak ancaman bom ke gedung-gedung dan hotel lain, namun semuanya tak terbukti,” ungkapnya. Demikian Update Info tentang Teror bom bertubi-tubi.
READ MORE ~>> Teror bom bertubi-tubi

Tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air

Juru Bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi menilai ada tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air akhir-akhir ini.

Pertama, maraknya teror kemungkinan bagian dari pengalihan isu. Pasalnya, sebelum marak teror bom, pemerintah tengah dikejutkan dengan pemberitaan salah satu media Australia, The Age dan Sunday Morning Herald yang membongkar dugaan korupsi di tubuh keluarga Cikeas.

Kedua, lanjut Massardi, teror menunjukkan bahwa semakin menguatnya kelompok-kelompok yang anti-pemerintah. "Ketiga, ini memang kemungkinan kelompok radikal baru yang bermain," ujar Adhi kepada media massa, Minggu (20/3/2011).

Apapun latar belakang maraknya teror bom belakangan ini, lanjut Adhi, pandangan publik tetap negatif terhadap pemerintah.

Kejadian seperti ini, kata Adhi, juga telah jelas menunjukkan ketidakwibawaan pemerintah di mata masyarakat dan dunia internasional. "Pemerintahan SBY lemah, tidak bisa berbuat apa-apa," tegasnya.

Saat ditanya apakah maraknya teror bom ini merupakan teguran untuk pemerintah untuk serius menjalankan roda pemerintahan? Adhi punya jawaban sendiri.

"Mau golongan yang radikal, oposisi, bahkan di lingkungan dalam istana sendiri sudah jenuh dengan pemerintahan SBY ini, tinggal menghitung hari saja pemerintahan SBY, seperti lagu Krisdayanti," kata Adhie. Demikian Update Info tentang Tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air.
READ MORE ~>> Tiga hal terkait maraknya teror bom di Tanah Air

Peristiwa gempa bumi melanda wilayah Sukabumi

Peristiwa gempa bumi melanda wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada pagi ini, Minggu (20/3/2011). Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa yang terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan kekuatan 5,3 skala Richter.

Pusat gempa berada pada koordinat 7.93 Lintang Selatan dan 106.79 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di 113 kilometer barat daya Sukabumi.

Lokasi ini berada pada radius 143 kilometer barat daya Bandung, 172 kilometer barat daya Tasikmalaya, 185 kilometer barat daya Ciamis, dan 195 kilometer barat daya Jakarta. Demikian Update Info tentang Peristiwa gempa bumi melanda wilayah Sukabumi.
READ MORE ~>> Peristiwa gempa bumi melanda wilayah Sukabumi

Polres Tangerang disibukkan malam ini

Polres Tangerang disibukkan malam ini karena setelah dua ancaman bom terjadi di wilayah Serpong, kini paket mencurigakan terdapat di Apartemen Amartapura-Tangerang. Menurut Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada, paket itu mencurigakan karena alamat dalam paket tidak sesuai dengan yang dituju.

"Tadi diterima sekitar pukul 20.00 WIB," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 17 Maret 2011. Wahyu belum dapat memastikan apa isi dari paket mencurigakan itu, akan tetapi ia telah berkoordinasi dengan Gegana dilapangan yang berada di tempat kejadian perkara. Paket itu langsung dibawa ke markas Gegana. "Isinya saya belum tahu, tapi yang pasti paket itu sudah dibawa Gegana," tegasnya.

Malam ini Gegana harus bekerja keras di Tangerang karena ancaman bom juga terjadi di Wisma BCA Serpong. Ancaman itu melalui telepon yang mengatakan terdapat bom yang akan meledak. Kejadian berikutnya di rumah Ketua Setara Institute Hendardi yang dikirim paket mencurigakan. Benda itu diledakkan karena mengandung unsur logam, namun setelah diledakkan tidak ada unsur bahan peledak. Demikian Update Info tentang Polres Tangerang disibukkan malam ini.
READ MORE ~>> Polres Tangerang disibukkan malam ini

Massa jabatan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

Massa jabatan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan berakhir pada 2012. Berbagai kriteria juga telah ditetapkan untuk menjadi orang nomor satu di ibu kota ini nantinya. Salah satunya dibutuhkan memiliki pemikiran dan sikap yang abnormal.

"Keadaan Jakarta saat ini sudah abnormal, maka pemimpinnya juga perlu yang abnormal terutama dalam tindakan yang diambilnya," Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Prya Ramadhani dalam acara diskuis tertajuk Mengintip Pilkada DKI 2012 "Siapa pengganti Fauzi Bowo" di Jakarta Selatan, Jumat 18 Maret 2011.

Menurutnya, Pemerintah Daerah DKI Jakarta saat ini kurang melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Sebagai ibu kota negara. Koordinasi dengan pemerintah pusat sebaiknya dimanfaatkan dengan baik, agar kebijakan yang diambil tidak berbenturan. "Koordinasi dengan pemerintah pusat itu sangat diperlukan," tegasnya.

Kebijakan yang ditujukan untuk rakyat, kantanya, harus sedikit berani. Salah satunya dengan memberikan secara langsung kartu keluarga miskin (Gakin) kepada masyarakat yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). "Datanya sudah ada di BPS jadi langsung saja kartunya diberikan, karena tidak mungkin warga miskin menyalahgunakannya," paparnya.

Ditambahkan Prya, pemimpin Jakarta ke depan diharapkan bukan seorang ahli, pasalnya jika ahli hanya mampu menguasai satu bidang saja. "Jauh lebih baik jika Gubernur itu bukan seorang ahli tapi orang yang mampu memanage," jelas dia. Demikian Update Info tentang Massa jabatan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
READ MORE ~>> Massa jabatan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

Paket mencurigakan di rumah Ketua Setara Institue Hendardi

Paket mencurigakan di rumah Ketua Setara Institue Hendardi ternyata bukan bom. Paket itu diledakkan, karena mengandung unsur logam. "Tadi Gegana sudah meledakkan karena setelah dideteksi ada unsur logam. Kami putuskan untuk cerai beraikan," Ujar Kapolsek pondok Aren Kombes Viktor Alexander saat dihubungi media massa, Jum'at 18 Maret 2011.

Menurutnya, setelah paket dicerai beraikan, Gegana tidak menemukan unsur Bom. dalam paket tersebut hanya ditemukan tumpukan surat tebal yang dibungkus map coklat. "Dalam paket itu hanya surat tebal yang dibungkus map coklat, yang mencurigakan justru map coklat itu dibungkus kardus" imbuhnya.

Sampai saat ini Polisi masih berjaga-jaga disekitar kediaman Hendardi untuk mengantisipasi kemungkinan yang ada serta. Kepolisian juga menghimbau kepada semua pihak untuk waspada dan melaporkan bila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Kiriman paket yang mencurigakan yang diletakkan didepan kediaman Ketua Setara Institut Hendardi akhirnya diledakkan Gegana sekitar pukul 21.10 WIB. Paket yang dibungkus dalam kardus diterima keluarga Hendardi sekitar pukul 17.30 WIB. Demikian Update Info tentang Paket mencurigakan di rumah Ketua Setara Institue Hendardi.
READ MORE ~>> Paket mencurigakan di rumah Ketua Setara Institue Hendardi

Bom di Wisma BCA

Setelah teror bom di Wisma BCA Serpong, wilayah Tangerang kembali dikejutkan paket mencurigakan. Paket itu dikirimkan sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumah Ketua Setara Institut Hendardi, di Komplek Perkici Bintaro Sektor V Jalan Raya Bintaro, Tangerang.

Menurut Kepala Polsek Pondok Aren Komisaris Polisi Viktor Alexander Lateka, paket sebesar dus minuman kemasan itu belum dibuka. Menurut penerima paket, di dalamnya terdapat surat kertas berwarna coklat.

Sementara Hendardi maupun keluarganya tidak merasa memesan barang. Paket itu langsung ditaruh di depan rumahnya dan pengirim langsung pergi. "Pengirim memakai helm tertutup, ditaruh di bawah sekalian ditaruh tanda terima," ujar Alexander di Jakarta, Jumat, 18 Maret 2011.

Yang membuat curiga, di dalamnya terdapat surat kertas berwarna coklat. Dalam surat itu dituliskan "Apabila paket ini telah diterima mohon hubungi 08111814297 atas nama Dr Budi, alamat Abu Siring II Nomor 3."

Untuk memeriksa kardus itu, saat ini masih menunggu Tim Gegana yang saat ini masih melakukan sterilisasi di Wisma BCA Serpong. Wisma BCA disisir karena mendapat ancaman bom melalui telepon. Demikian Update Info kali ini tentang Bom di Wisma BCA.
READ MORE ~>> Bom di Wisma BCA

kesepahaman atau Memorandum of Understanding

Hingga kini Indonesia belum memiliki nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Arab Saudi soal tenaga kerja. Namun, ini tak lantas memperlemah posisi pemerintah Indonesia.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tene, tanpa MoU bukan berarti TKI tidak dapat dilindungi. Tanpa adanya MoU, lanjutnya, bukan berarti posisi Indonesia lemah tidak bisa melakukan apa-apa. Dari banyak kasus faktanya bisa diselesaikan.

“Tanpa MoU proses hukum berjalan. Memang berlanjut ke ranah hukum, itu pelanggaran, kan ada aturan setempat,” kata Michael kepada media massa, belum lama ini.

Kendati demikian, Michael menekankan MoU ketenagakerjaan dengan Arab Saudi dan negara penempatan TKI lain tetap diperlukan untuk memperkuat posisi Indonesia. Pada kesempatan itu dia juga membantah terjadinya aksi kekerasan terhadap TKI bukan karena lemahnya posisi tawar pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Arab.

“Kami dorong ada pertanggungjawaban pelaku dihukum. Bukan berarti tidak ada MoU kami nggak bisa apa-apa, tanpa MoU proses hukum berjalan. Sumiati dan Kikim kan diproses hukum setempat,” ungkapnya.

Michael memaparkan, warga negara Indonesia yang berada di luar negeri mencapai 3,3 juta orang. Sebanyak 1,9 juta di antaranya berprofesi sebagai TKI.

“Katakan kita punya empat ribu kasus. Tidak semua warga kita kondisinya tidak baik. Bukan abaikan permasalahkan hukum, satu juga banyak. Kami upayakan terus mudah-mudahan tidak terjadi kasus seperti sekarang. Sebagian baru dikembangkan. Langkah upaya, mudah-mudahan,” imbuhnya.

Untuk dua kasus terbaru TKI di Arab Saudi yaitu Sumiati yang disiksa secara sadis hingga bibirnya digunting oleh majikannya, dan Kikim Komalasari yang ditemukan tewas di tong sampah, pemerintah melakukan tiga langkah utama.

Menurut Michael, langkah pertama memastikan langsung kondisi korban. Mengirim orang dari KJRI Jeddah ke Madinah untuk melihat kondisi korban, memastikan perawatan, memastikan dokter yang bisa terus memantau kondisi Sumiati. Tak ketinggalan mengontak keluarga Sumiati di Nusa Tenggara Barat, lalu memfasilitasi keluarga sampai ke Madinah.

Langkah kedua, lanjutnya, melapor ke Kepolisian serta menyiapkan pengacara setempat untuk proses hukum ke depan.

Langkah ketiga, diplomasi kasus Sumiati ini ke Kementrian Luar Negeri. “Kami sampaikan sikap kita yang mengecam keras tindakan terhadap Sumiati dan juga minta perhatian melalui duta besar mereka, juga mengecam dan meminta janji investigasi sesuai proses hukum di sana,” imbuhnya.

Sementara untuk kasus Kikim, saat ini majikan Kikim telah ditangkap dan penjara di Madinah. Informasi dari badan investigasi di sana, anak majikan memberi kesaksian bahwa ibunya yang melakukan penganiayaan. Demikian catatan online Sarto tentang kesepahaman atau Memorandum of Understanding.
READ MORE ~>> kesepahaman atau Memorandum of Understanding

Puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010

Puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010 Kabupaten Kepulauan Selayar dipastikan bermasalah. Berdasarkan hasil pemeriksaan ulang di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel kemarin, tanda tangan peserta yang dinyatakan lulus, diduga kuat dipalsukan.

Selain itu, dalam pemeriksaanlembarjawabankerja( LKJ) dengan daftar kehadiran 234 CPNS yang dinyatakan lulus tersebut, ditemukan pula perbedaan tanggal lahir peserta CPNS. Sumat, yang dicegat wartawan di sela-sela pemeriksaan, enggan berkomentar mengenai ditemukannya sejumlah ketidakcocokan data diri serta tanda tangan CPNS tersebut. Dia hanya meminta pihak panitia memisahkah antara daftar peserta yang bermasalah dan yang tidak.

“Harus jelas dulu jumlah yang bermasalah dan yang tidak bermasalah itu berapa,lalu kami cari apa penyebab permasalahan tersebut,” kata dia kepada sejumlah wartawan di Kantor BKD Sulsel,kemarin. Pemeriksaan ulang ini disaksikan langsung Kepala Kanwil IV Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Makassar Sumat, Kepala BKD Sulsel Andy Murny Situru, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Selayar Zainuddin, serta perwakilan LSM Masyarakat Transparansi Sulawesi Selatan (Matrass),yang selama ini getol menyorot dugaan manipulasi CPNS Selayar.

Sementara itu, saat disinggung mengenai kelanjutan nasib para CPNS Selayar yang tertahan surat keterangan (SK) pengangkatannya itu, dia mengaku masih menunggu instruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB). “Saya ingin kita semua berpikir negarawan dan bicarakan masalah ini dengan baik-baik. Yang dianggap tidak bermasalah segera ditetapkan,” tandas pria asal Yogyakarta ini.

Andi Murny Amien Situru, yang dikonfirmasi mengenai dugaan temuan pemalsuan tanda tangan tersebut, enggan berkomentar kepada wartawan. “Saya buru-buru, lagi ada pertemuan,” kata dia lalu bergegas keluar dari kantor BKD. Perwakilan LSM Matrass, Suaib Rewata, yang ikut memeriksa LJK dan daftar kehadiran CPNS Selayar menyatakan, akan segera berkoordinasi dengan penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dan Kemenpan-RB untuk melanjutkan temuannya tersebut.

Pria berkaus putih ini menyebutkan, dari hasil pemeriksaannya kemarin, ditemukan 93 daftar nama CPNS yang diduga bermasalah.Dia juga menuntut oknum-oknum yang diduga telah melakukan pemalsuan tersebut segera diproses instansi yang berwenang. “Yang dicurigai bermasalah itu ada 93 daftar nama. Nilainya sangat luar biasa.Apalagi, ditemukan perbedaan tanda tangan dan tanggal lahir peserta yang berbeda.

Jelas ini bukti kecurangan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar,” kata dia. Sementara itu, Sekkab Kepulauan Selayar Zainuddin membantah seluruh temuan tersebut. Pihaknya hanya menerima hasil penilaian ujian CPNS dari Universitas Indonesia (UI) lalu diumumkan Pemkab Selayar.

Karena itu, tidak beralasan kalau dikatakan telah terjadi manipulasi dalam penerimaan CPNS. “Kalau dikatakan bermasalah dan telah terjadi manipulasi, itu hanyalah penafsiran. Semua itu tidak benar,”uap dia kepada wartawan. Dari pantauan SINDO,mulai pagi hingga petang kemarin, proses pemeriksaan mendapatkan penjagaan ketat puluhan petugas Satpol-PP Pemprov Sulsel. Demikian catatan online Sarto tentang Puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010.
READ MORE ~>> Puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010
 
Copyright © 2015 Update Info All Rights Reserved