Ombak besar menerjang pesisir Pantai Majene

Ombak besar menerjang pesisir Pantai Majene, kemarin. Akibatnya, puluhan kapal nelayan yang tertambat di Pantai Pangali-ali, Kecamatan Banggae, rusak. Bahkan, satu kapal nelayan tenggelam. Ombak besar tiba-tiba datang dan menghantam pesisir pantai. Anehnya, sebelumnya tidak ada angin kencang,” kata Mulyadi, pemilik kapal motor Cahaya Pupuq, kapal yang tenggelam itu. Dia tidak sempat menyelamatkan kapal dan barang-barang yang ada di dalam kapal tersebut karena ombak datangnya sangat cepat. ”Selain itu, tidak ada angin kencang,”katanya.

Dalam kesempatan itu, dia berharap pemerintah memberikan bantuan kepada dirinya dan para nelayan lain yang kapalnya rusak akibat dihantam ombak. ”Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah karena kerugian kami cukup besar.Kapal ini menjadi sumber nafkah bagi saya dan enam awak yang juga sudah berkeluarga,” ujarnya yang ditemui SINDO ketika berusaha menarik kapalnya dibantu nelayan lainnya.

Kemarin sore, ratusan nelayan masih bergotong-royong menarik badan kapal ke arah pantai.Namun, usaha itu gagal karena hampir semua bagian dalam kapal tersebut sudah dipenuhi air bercampur pasir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene menyatakan,cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Observator BMKG Muthiuddin mengatakan, terjadinya ombak besar hingga 3 meter yang tanpa disertai angin kencang tersebut karena pengaruh cuaca ekstrem tekanan dari arah barat laut. Menurut dia,cuaca ekstrem kali ini disebabkan beberapa hari sebelumnya terjadi suhu tinggi di Majene hingga 35 derajat Celsius. ”Jadi, dengan suhu tinggi beberapa hari sebelumnya, terjadi tekanan udara rendah di Majene dan memungkinkan terjadinya cuaca ekstrem berupa ombak tinggi,”ungkap Muthiuddin.

BMKG Sulbar meminta warga Sulbar waspada. Diperkirakan sepekan ke depan berpotensi terjadi puting beliung di lima kabupaten di Sulbar. Arman, observator BMKG Sulbar, mengatakan, awan comulinimbus merupakan pemicu munculnya puting beliung dan yang perlu lebih diwaspadai adalah di sepanjang kawasan pesisir Sulbar.

Terutama di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene yang sering terjadi puting beliung dan merusak rumah warga. Dia juga mengatakan, potensi puting beliung akan disertai hujan ringan dan hujan sedang yang bisa terjadi di lima kabupaten di Sulbar, setelah suhu panas beberapa hari sebelumnya meningkat drastis.

Potensi puting beliung dalam beberapa bulan ke depan juga masih terdapat di kawasan Sulbar. Potensi itu disebabkan peralihan musim hujan ke musim panas. Menurut dia, potensi munculnya puting beliung bisa terjadi pada siang hingga sore hari.
READ MORE ~>> Ombak besar menerjang pesisir Pantai Majene

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh membantah istrinya,Eny Anggraeni, terlibat korupsi pengadaan mebeler Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulbar. Karena itu, dia siap mengundurkan diri sebagai gubernur Sulbar, apabila istri atau anggota keluarganya terlibat korupsi. ”Saya siap mundur kalau memang terbukti. Jadi, saya serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum karena sudah telanjur muncul di publik. Saya tegaskan lagi, istri tidak terlibat dalam kasus ini,” ungkap dia di Rujab Gubernur.

Dia mengaku tidak keberatan jika istrinya harus memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju atau menghadiri persidangan sekalipun. Menurutnya, semua itu bisa terjadi kepada setiap warga negara dan wajib dipenuhi demi penegakan hukum. Eny Anggraeni diduga terlibat kasus korupsi pengadaan mebeler rujab gubernur oleh Kejari Mamuju.

Dugaan itu berdasarkan bukti tanda pemesanan barang pada toko Ekstra Desain Furnitur di Jakarta Utara. Dalam nota tertera harga barang Rp530 juta. Jumlah itu di bawah pagu APBD 2011 sebesar Rp1,5 miliar. Anggaran menjadi Rp950 juta setelah dipotong pajak. Namun, pada praktiknya terjadi berbagai pemotongan anggaran yang dilakukan Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Ashari Rasyid.

Kejanggalan lain yang ditemukan Kejari Mamuju adalah barang sudah tertata rapi di Rujab Gubernur Sulbar pada Agustus 2011. Sementara tender baru dilakukan pada September 2011. Kasi Pidana Khusus Kejari Mamuju Salahuddin barubaru ini mengatakan,pembelian itu sah-sah saja. Namun, ada beberapa variabel yang perlu dibuktikan keabsahannya dan tidak melawan hukum.

Dalam kasus ini, status Eny masih sebagai saksi. Sementara itu, Kejari Mamuju terus menyidiki sejumlah pihak yang mengetahui pengadaan barang ini, termasuk menetapkan dua tersangka, berinisial ISR dan AH.
READ MORE ~>> Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh
 
Copyright © 2015 Update Info All Rights Reserved