Walikota Surakarta Joko Widodo

Walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon gubernur DKI Jakarta, mengatakan dia sudah biasa menghadapi gugatan. "Sudah biasa kalau ada yang melaporkan, ada yang menggugat. Saya sudah hafal seperti itu," kata Jokowi di Solo, Selasa, tentang pengajuan gugatan massal kepada dia ke Pengadilan Negeri Solo. "Banyak sekali yang menggugat saya. Nggak cuma sekali ini. Soal relokasi, pendidikan, jembatan, banyak banget. Sampai nggak ngerti saya sampai berapa kali. Saya sudah nggak hafal," katanya.

Pekan lalu sekelompok orang yang mengatasnamakan "Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia" melaporkan dia ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tuduhan pembiaran laporan dugaan korupsi bantuan pendidikan tahun 2010. Kali ini Jokowi kembali menghadapi gugatan massal dari kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Tim Pembela Masyarakat Surakarta ke Pengadilan Negeri Solo.

Mereka menilai Jokowi telah ingkar janji kepada warga Solo setelah maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dan menuntut Jokowi mengganti kerugian material sebesar Rp143.980.940.000 dan immaterial sebesar Rp200 miliar. Namun Jokowi yakin dia tidak bersalah karena tidak menyalahi undang-undang yang berlaku.

Menurut dia, undang-undang di Indonesia tidak melarang seorang kepala daerah yang masih menjabat untuk maju mencalonkan diri dalam pemilihan daerah di wilayah lain.n"Menggugat itu kalau saya menyalahi undang-undang. Tapi kan undang-undang tidak melarang saya maju ke Jakarta," katanya.
READ MORE ~>> Walikota Surakarta Joko Widodo
 
Copyright © 2015 Update Info All Rights Reserved